Jakarta: Analisis komunikasi militer Safriady menyebut banyaknya perwira TNI nonjob lantaran banyak prajurit usia pensiun masih bekerja. Walhasil, terjadilah penumpukan.
"Prajurit nonjob ini bisa muncul, salah satunya di mana yang harusnya sudah pensiun tapi masih mengisi pos-pos yang ada," kata Safriady kepada Medcom.id, Jumat, 1 Februari 2019.
Dia mengatakan jabatan nonfungsional harusnya menjadi fokus penting untuk diubah. Sebab, saat ini begitu banyak pensiunan yang masih menempati posisi di militer.
(Baca juga: Kapasitas Birokrasi TNI Mumpuni)
"Di militer itu struktur paling rapi dan jelas. Tapi kadang kelebihan, harusnya pensiun tapi diteruskan, jadinya dia terlalu lama, masuk jabatan non-fungsional, akhirnya banyak penumpukan," papar Safriady.
Safriady menyebut penyaluran TNI mengisi jabatan di kementerian bukanlah solusi untuk menanggulangi banyaknya perwira nonjob. Yang perlu diubah ialah organisasi di dalam.
"Ini kan cuma persoalan ketika berlebih, lalu lempar ke ASN. Coba dikaji lagi pasti ada pos-pos tertentu yang bisa diisi. Ini pola sesaat biar bisa tercukupi, namun satu saat ASN juga bisa menumpuk," pungkas Safriady.
(Baca juga: Wacana TNI Gabung Kementerian Tunggu Revisi UU)
Jakarta: Analisis komunikasi militer Safriady menyebut banyaknya perwira TNI
nonjob lantaran banyak prajurit usia pensiun masih bekerja. Walhasil, terjadilah penumpukan.
"Prajurit
nonjob ini bisa muncul, salah satunya di mana yang harusnya sudah pensiun tapi masih mengisi pos-pos yang ada," kata Safriady kepada
Medcom.id, Jumat, 1 Februari 2019.
Dia mengatakan jabatan nonfungsional harusnya menjadi fokus penting untuk diubah. Sebab, saat ini begitu banyak pensiunan yang masih menempati posisi di militer.
(Baca juga:
Kapasitas Birokrasi TNI Mumpuni)
"Di militer itu struktur paling rapi dan jelas. Tapi kadang kelebihan, harusnya pensiun tapi diteruskan, jadinya dia terlalu lama, masuk jabatan non-fungsional, akhirnya banyak penumpukan," papar Safriady.
Safriady menyebut penyaluran TNI mengisi jabatan di kementerian bukanlah solusi untuk menanggulangi banyaknya perwira nonjob. Yang perlu diubah ialah organisasi di dalam.
"Ini kan cuma persoalan ketika berlebih, lalu lempar ke ASN. Coba dikaji lagi pasti ada pos-pos tertentu yang bisa diisi. Ini pola sesaat biar bisa tercukupi, namun satu saat ASN juga bisa menumpuk," pungkas Safriady.
(Baca juga:
Wacana TNI Gabung Kementerian Tunggu Revisi UU)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)