(Foto:Antara/Muhammad Iqbal)
(Foto:Antara/Muhammad Iqbal)

Frekuensi Ilegal Bahayakan Keselamatan Penerbangan

Nasional Balai Monitor
Gervin Nathaniel Purba • 13 Agustus 2018 18:54
Semarang: Bagi Anda yang sering bepergian menumpang pesawat terbang, mungkin pernah mempunyai pengalaman pesawat tak kunjung mendarat dan masih berputar di atas. Padahal bandara tujuan sudah di depan mata.
 
Ada beberapa kemungkinan penyebab. Pertama, terjadi antrean pesawat yang hendak mendarat. Kedua, kendala cuaca dan ketiga pilot kesulitan berkomunikasi dengan Air Traffic Controller (ATC) sehingga pilot tidak berani mengambil risiko langsung mendarat karena tidak mengetahui situasi di bandara.
 
Komunikasi antara pilot dengan ATC menjadi poin penting. Terganggunya komunikasi dapat mengancam nyawa penumpang pesawat. Biasanya penyebab pilot kesulitan berkomunikasi dengan ATC karena gangguan sinyal frekuensi dari pihak luar, atau disebut frekuensi liar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Frekuensi liar merupakan frekuensi tidak berizin (ilegal). Ia secara sembarang masuk ke saluran yang sudah resmi karena tidak memiliki saluran sendiri. Nah, di sini peran Balai Monitor sangat penting untuk melacak dan menindak frekuensi ilegal tersebut.
 
"Kami melakukan pengawasan frekuensi, khususnya di Semarang dan sekitarnya, dan secara umum di Jawa Tengah agar pengguna frekuensi tertib. Tidak menggunakan secara ilegal," ujar Kepala Balai Monitor Kelas I Semarang Joni Adrian, ketika ditemui Medcom.id di kantornya, di Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
 
Dalam prosesnya, tidak mudah untuk segera menemukan sumber frekuensi tersebut. Sebab, frekuensi tersebut muncul secara acak dan bisa menghilang tiba-tiba.
 
Frekuensi Ilegal Bahayakan Keselamatan Penerbangan
Kepala Balai Monitor Kelas I Semarang Joni Adrian (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
"Susah melacak frekuensi yang tidak kontinu. Frekuensinya itu mengganggunya hari ini, jam ini, terus besok berhenti, terus (lusa) mengganggu lagi. Ya, ini agak susah," kata Joni menjelaskan.
 
Walau sulit, Balai Monitor mempunyai perangkat yang handal untuk melacak frekuensi ilegal tersebut yaitu berupa perangkat Direction Finder (DF). Selain itu, Balai Monitor Kelas I Semarang juga memiliki mobil monitor untuk melacak frekuensi ilegal.
 
Joni menambahkan, pihaknya juga terbantu dengan adanya pengaduan dari masyarakat. Setelah ada pengaduan, hanya dalam sehari bisa langsung dilacak sumber frekuensi ilegal tersebut.
 
Frekuensi Ilegal Bahayakan Keselamatan Penerbangan
Mobil monitor (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
Frekuensi ilegal biasanya berasal dari siaran radio yang belum memiliki Izin Stasiun Radio (ISR). Karena belum terdaftar, mereka tidak memiliki saluran resmi dan berbenturan dengan saluran lain. Begitu juga alat pemancar sinyal yang tidak memiliki izin.
 
"Mereka menggunakan peralatan yang tidak standar sehingga bisa mengganggu penggunaan frekuensi. Gangguannya tidak hanya ke penerbangan saja, namun bisa juga ke siaran televisi dan radio,” katanya.
 
Selain mengganggu komunikasi pilot dengan ATC, keberadaan frekuensi ilegal juga mengganggu Penggunaan Radar Cuaca BMKG. Kasus tersebut baru-baru ini ditangani oleh Balai Monitor Kelas I Semarang.
 
"Belum lama ini terjadi gangguan pada BMKG di Bandara Ahmad Yani. Pilot maskapai penerbangan tidak tahu kondisi cuaca sekitar wilayah Semarang," kata Joni.
 
Ketika sudah menemukan sumber lokasi frekuensi ilegal tersebut, Balai Monitor Kelas I Semarang akan segera mematikan perangkat. Jika perangkatnya tidak memiliki izin resmi, maka pihak bersangkutan bisa diseret ke pengadilan.
 
"Nah, apabila perangkatnya tidak memiliki izin akan kita tindak lanjut pemeriksaan, baik itu menjadikan yang bersangkutan sebagai tersangka sampai ke pengadilan. Dibawa ke pengadilan untuk disidangkan," ucapnya.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif