Anggota Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD - Medcom.id/Muhammad Al Hasan.
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD - Medcom.id/Muhammad Al Hasan.

BPIP Dibentuk Lantaran Pancasila Dianggap Remeh

Nasional pancasila
Muhammad Al Hasan • 31 Mei 2018 17:30
Jakarta: Anggota Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD mengatakan pembentukan BPIP sebagai bentuk merawat dan menghidupkan marwah Pancasila. Salah satunya untuk menangkis tren ketidakbanggaan masyarakat terhadap Pancasila.
 
"Sejak reformasi muncul, Pancasila itu jadi dianggap sesuatu yang tidak gagah. Orang kalau Pancasila itu malu sehingga orang banyak yang tidak tahu nilai-nilai itu," kata Mahfud dalam konferensi pers di Kantor BPIP, Jakarta Pusat, Kamis, 31 Mei 2018.
 
Padahal, menurut dia, reformasi tidak semuanya diubah. Ide yang murni dan baik seperti Pancasila seharusnya dipegang kukuh dan dilestarikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau begitu dibentuklah satu unit kegiatan yang membantu presiden untuk membuat kebijakan dalam rangka pembinaan ideologi Pancasila," kata Mahfud.
 
(Baca juga:Ketua DPR Minta Gaji BPIP tak Dilihat dari Nominal)
 
Mahfud manambahkan bukti Pancasila dianggap remeh diperkuat dengan berkembangnya paham radikalisme. Data terbaru menunjukkan ada sembilan persen masyarakat Indonesia yang tidak ingin ideologi bangsa adalah Pancasila. Ia menyebut bahwa ini merupakan satu hal yang akan cukup membuat gaduh negara.
 
"Kecil sih, dibandingkan 91 persen. Tetapi sembilan persen dari 250 juta tuh berapa? Kira-kira 24 juta. Nah, kalau itu berteriak-teriak semua menggunakan medsos? Itu rusak negara," kata Mahfud.
 
Dengan demikian, menurut dia, BPIP memiliki tugas dan tanggung jawab yang banyak tidak seperti yang dituduhkan oleh sekelompok orang hanya ongkang-ongkang kaki.
 
"Belakangan kita merasa ada ancamannya itu gerakan-gerakan radikal yang memang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi negara lain. Itu jelas ada. Saya sudah berkali kali pidato saya berkali-kali di kampus, ini loh gerakannya. Oleh karena itu kita harus lawan negara tidak boleh diam mengapa yang begitu sampai berkembang sembilan persen," kata Mahfud.
 
(Baca juga:Wapres: Pekerjaan BPIP Jangan Dibenturkan dengan Gaji)
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif