Ketua DPR Minta Gaji BPIP tak Dilihat dari Nominal

Whisnu Mardiansyah 28 Mei 2018 17:51 WIB
pancasila
Ketua DPR Minta Gaji BPIP tak Dilihat dari Nominal
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) - MI/Susanto.
Jakarta: Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta polemik gaji Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tak dibesar-besarkan. Seharusnya, publik menilai dari kapasitasnya bukan gajinya. 

"Kita tidak boleh melihat dari sisi besar kecilnya gaji, tapi harus dilihat seberapa besar beliau memiliki kapasitas luar biasa itu bisa membangun bangsa melalui lembaga yang dipimpinnya. Menurut saya soal gaji relatif," kata Bamsoet di kediamannya, Jalan Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Senin, 28 Mei 2018. 

Bamsoet yakin sosok negarawan seperti Megawati tak mengincar gaji sebagai tujuan utamanya. Tetapi, pengabdian kepada bangsa untuk menegakkan nilai-nilai Pancasila. 


"Saya yakin juga bu Mega maupun yang lainnya tidak mengharapkan besar kecilnya gaji tapi tempat utnuk pengabdian beliau-beliau untuk memperbaiki bangsa ini melalui lembaga Pancasila," jelasnya. 

(Baca juga: Megawati Belum Digaji Selama Setahun di BPIP)

Politikus Golkar itu menambahkan, besaran gaji yang diterima Mega dan anggota BPIP lainnya tak ada kaitannya dengan kondisi ekonomi. Besaran gaji itu masih wajar dan tak membebani APBN. 

"Enggak ada kaitannya dengan naik turun ekonomi lah. Karena nominalnya menurut pandangan saya tidak membuat APBN jebol," pungkas dia. 

Peraturan Presiden 42 Tahun 2018 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Lainnya bagi Pemimpin, Pejabat, dan Pegawai BPIP, petinggi BPIP menerima gaji besar. Di aturan yang diteken pada 23 Mei 2018 itu disebutkan ketua Dewan Pengarah BPIP yang dijabat Megawati saat ini berhak mendapatkan Rp112,548 juta per bulan.

Aturan itu juga menyebut hak keuangan anggota Dewan Pengarah sebesar Rp100,811 juta. Para anggota Dewan Pengarah BPIP antara lain Try Sutrisno, Ahmad Syafii Maarif, Said Aqil Siroj, Ma'ruf Amin, Mahfud Md, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, dan Wisnu Bawa Tenaya. 

Yudi Latief sebagai kepala BPIP mendapat Rp76,5 juta per bulan, dan wakil kepala Rp63,75 juta. Sementara itu, masing-masing deputi mendapatkan hak keuangan Rp51 juta dan staf khusus Rp36,5 juta.

(Baca juga: Megawati Temui Ketua MPR Bahas Pembinaan Ideologi Pancasila)





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id