Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Prabowo Berharap Anggaran Belanja Alutsista Ditambah

Nasional alutsista
Ilham Pratama Putra • 03 Desember 2019 18:51
Jakarta: Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berharap anggaran belanja alat utama sistem senjata (alutsista) ditingkatkan. Prabowo ingin lebih banyak membeli produ karya anak bangsa.
 
"Kita sedang perjuangkan agar anggaran ditingkatkan buat menjamin kedaulatan kita, menjaga wilayah kita mengamankan kekayaan, kita supaya tidak dicuri bangsa-bangsa lain," kata Prabowo di Gedung Kemhan, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Desember 2019.
 
Dia menyebut anggaran belanja alutsista terlalu minim dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara. Prabowo menuturkan anggaran tak sampai satu persen dari produk domestik bruto (Growth Domestic Product).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prabowo menuturkan anggaran belanja kementeriannya pada 2020, Rp131 triliun. Meski menerima kucuran paling besar dari pos kementerian lain, Prabowo tidak puas.
 
Pasalnya, 70 persen anggaran Kemhan diproyeksikan buat operasional dan gaji karyawan. "Kucuran dana lebih besar diharapkan agar alat pertahanan dan keamanan Indonesia lebih maju dan memilki daya saing," tutur dia.
 
Kementerian Pertahanan (Kemhan) menggelar pameran industri pertahanan dalam negeri bersama Persatuan Industri Pertahanan Nasional (Pihantanas). Sebanyak 25 perusahaan swasta turut dalam pameran ini.
 
Produk pertahanan yang dipamerkan merupakan alutsista maupun nonalutsista TNI. Prabowo menyebut penting menggaet pihak swasta.
 
Sebab, pihak swasta merupakan bagian vital dari ekonomi Indonesia. Nantinya, BUMN dan swasta dapat berkolaborasi mengembangkan alat pertahanan dan keamanan.
 
"Di mana nantinya, BUMN dapat menjadi lead integrator dari pihak swasta. Saya bangga kita sudah punya kemampuan seperti sekarang," kata Prabowo.
 
Dia menuturkan selama menjabat bakal terus mendengarkan masukan baik dari BUMN maupun pihak swasta mengembangkan industri pertahanan dalam negeri.
 
"Kemampuan kita sudah sangat baik dan sangat maju. Akan tetapi masih ada bagian yang perlu dikembangkan. Kita harus mengadakan litbang lagi, tapi Insyaallah saya optimistis lima tahun lagi kita akan lebih mandiri, lebih berdiri di atas kaki kita sendiri," tegas dia.
 
Ketua Persatuan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantanas) Evi Lusviana memastikan siap membantu pemerintah. Dia menyebut perusahaan yang tergabung dalam industri pertahanan siap memasok alat peralatan pertahanan dan keamahan (Alpalhankamnas) termasuk galangan kapal.
 
Alutsista yang dipamerkan di antaranya kendaraan taktis, produk Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau kendaraan tanpa awak, produk senjata atau bom, produk kendaraan tempur (Ranpur), produk optik, produk kapal intai, produk galangan kapal, produk komunikasi, produk energi. Adapun non alutsista merupakan produk perorangan berupa helm, seragam hingga rompi.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif