Masyarakat melihat-lihat peralatatan pertahanan pada Pameran Industri Pertahanan  di Kementerian Pertahanan. Foto: MI/Mohamad Irfan
Masyarakat melihat-lihat peralatatan pertahanan pada Pameran Industri Pertahanan di Kementerian Pertahanan. Foto: MI/Mohamad Irfan

Anggaran Pembelian Alutsista Baru Tak Ideal

Nasional alutsista tni
M Sholahadhin Azhar • 12 November 2019 14:52
Jakarta: Mata anggaran belanja barang Kementerian Pertahanan (Kemhan) dikritik. Bujet yang dipatok dianggap tak cukup membeli alat utama sistem pertahanan (alutsista) baru.
 
"Katakanlah Rp127,4 triliun dibagi Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, Mabes AD (Angkatan Darat), Mabed AU (Angkatan Udara), Mabes AL (Angkatan Laut), habis sudah," kata Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjajaran Muradi Clark kepada Medcom.id, Kamis, 12 November 2019.
 
Menurut dia, saat ini pagu anggaran paling besar untuk gaji, sekitar 40 persen. Sementara itu, pembelian alutsista baru disisihkan, hanya 30 persen anggaran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Muradi mengaku memang ada pagu anggaran perawatan alutsista, tetapi itu bukan termasuk pembelian. Pembelian alutsista seharusnya punya pos anggaran tersendiri di luar anggaran Kemhan.
 
"Idealnya kalau mau menempatkan itu alutsista harus treatment khusus," kata dia.
 
Peran aktif Presiden Joko Widodo, jelas dia, diperlukan. Harus ada campur tangan Jokowi menentukan pembelian alat militer. Jokowi diminta mendengar ahli dan pihak terkait soal alutsista apa yang akan dibeli.
 
Pandangan Kepala Negara perlu mengerucut mengenai kebutuhan itu, bukan mengandalkan pada anggaran Kemenhan."Karena kalau ngikutin anggaran, enggak akan lebih dari 30 persen," kata dia.
 
Muradi mengakui pembelian alutsista cukup merogoh kocek negara karena alat pertahanan memang mahal dan hanya diproduksi negara tertentu. Dia pun mengapresiasi alokasi belanja menyasar pasar domestik.
 
Namun, Muradi mengingatkan produk dari produsen dalam negeri sangat terbatas. Ini mengingat apa yang akan dibeli nanti mencakup keseluruhan komponen.
 
"Beli alutsista kan bukan beli kacang goreng, beli teknologi, beli pemeliharaannya, dan memang anggaran harus lebih besar," kata dia.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif