Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Hukuman Penjara Dianggap Ampuh untuk Napiter

Nasional WNI Gabung ISIS
Siti Yona Hukmana • 07 Maret 2020 22:57
Jakarta: Mantan narapidana terorisme (napiter) Haris Amir Falah, menganggap hukuman penjara ampuh menyembuhkan radikalisme. Haris merasakan langsung hal itu.
 
"Saya mulai tersentuh atas perlakuan dari Densus 88 dengan pendekatan-pendekatan yang dijelaskan bahwa saya kena kasus hukum, kemudian hak-hak saya sebagai muslim juga diberikan," kata Haris di IBIS Tamarin, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu, 7 Maret 2020.
 
Baca:Mantan Narapidana Terorisme Sebut Program Deradikalisasi Perlu Ditingkatkan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Haris mengatakan butuh waktu yang lama seseorang yang terpapar itu bisa sembuh. Dia mengaku baru bisa sembuh setelah tujuh tahun.
 
"Saya terpapar dari 1983, butuh tujuh tahun untuk pulih. Tapi, saya rasa semua orang bisa terjadi perubahan. Kita tidak bisa mengatakan orang tidak bisa berubah," imbuh dia.
 
Meski demikian, dia memandang napiter biasa berbeda dengan warga Indonesia eks ISIS. Radikalisme mereka diyakini lebih kental dan sulit melupakannya.
 
Haris mengaku sempat berkomunikasi dengan kombatan itu. Dia menyebut, ada 10 sampai 12 orang dari ratusan eks kombatan ISIS mengaku ingin kembali.
 
"Kembali kemana? saya tanya, mereka mengaku ingin kembali ke Jamaah Ansyarut Daulah (JAD) yakni ISIS, bukan ke Indonesia. Ini bahaya," tutur Haris.
 
Baca:Perempuan WNI eks ISIS Tak Bisa Dianggap Sepele
 
Dia mengaku telah menyarankan mereka bertobat dan hidup sejahtera di Indonesia. Ketimbang hidup di Suriah yang sangat memprihatinkan.
 
"Mereka bilang, kami lebih senang melarat di negara Islam, daripada negara kafir yakni NKRI," tambah Haris.
 
Oleh karena itu, Haris mengingatkan pemerintah untuk tidak menganggap remeh mereka. Dia mendukung pemerintah atas keputusan tidak memulangkan warga asal Indonesia eks ISIS.
 
"Enggak boleh anggap remeh. Ini menyusahkan dan korbannya tidak bisa dibatasi. Kadang bisa keluarga kita menjadi korban," pungkas dia.
 

(ADN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif