Jakarta: Sepuluh hari pertama bulan Zulhijah merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam. Salah satu puncak kemuliaan di bulan ini terjadi pada tanggal 9 Zulhijah, yang dikenal sebagai Hari Arafah.
Pada hari tersebut, umat Muslim yang sedang melaksanakan ibadah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melakukan wukuf. Sementara bagi umat Muslim yang tidak sedang berhaji dianjurkan untuk menunaikan ibadah sunah Puasa Arafah.
Puasa Arafah merupakan salah satu amalan yang paling diburu karena menjanjikan keutamaan yang luar biasa. Menjalankan puasa ini menjadi momen yang berharga untuk membersihkan diri sebelum menyambut Hari Raya Iduladha keesokan harinya.
Pada tahun ini, Hari Arafah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Penetapan ini sebagaimana pemerintah menetapkan 10 Zulhijah atau Hari Raya Iduladha pada Rabu, 27 Mei 2026 mendatang.
Niat Puasa Arafah
Agar ibadah Sobat Medcom sah, persiapkan diri dengan memahami bacaan niat Puasa Arafah yang benar. Berikut adalah lafal bacaan niat yang bisa Anda baca pada malam hari atau saat makan sahur:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Arafah karena Allah Ta'ala."
Sebagai puasa sunah, Puasa Arafah memberikan kelonggaran bagi yang lupa membaca niat di malam hari atau terlewat waktu sahur. Kamu masih diperbolehkan untuk berniat di pagi atau siang hari, asalkan belu, melakukan hal apa pun yang membatalkan puasa sejak terbit fajar (waktu subuh).
Niat juga perlu dibaca seketika saat teringat sebelum masuk waktu ashar. Berikut adalah lafal niat Puasa Arafah di siang hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَرَفَةَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati ‘arafata lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Arafah hari ini karena Allah Ta'ala."
Jakarta: Sepuluh hari pertama bulan Zulhijah merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam. Salah satu puncak kemuliaan di bulan ini terjadi pada tanggal 9 Zulhijah, yang dikenal sebagai
Hari Arafah.
Pada hari tersebut, umat Muslim yang sedang melaksanakan ibadah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melakukan wukuf. Sementara bagi umat Muslim yang tidak sedang berhaji dianjurkan untuk menunaikan ibadah sunah Puasa Arafah.
Puasa Arafah merupakan salah satu amalan yang paling diburu karena menjanjikan keutamaan yang luar biasa. Menjalankan puasa ini menjadi momen yang berharga untuk membersihkan diri sebelum menyambut Hari Raya Iduladha keesokan harinya.
Pada tahun ini, Hari Arafah jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Penetapan ini sebagaimana pemerintah menetapkan 10 Zulhijah atau Hari Raya Iduladha pada Rabu, 27 Mei 2026 mendatang.
Niat Puasa Arafah
Agar ibadah Sobat Medcom sah, persiapkan diri dengan memahami bacaan niat Puasa Arafah yang benar. Berikut adalah lafal bacaan niat yang bisa Anda baca pada malam hari atau saat makan sahur:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Arafah karena Allah Ta'ala."
Sebagai puasa sunah, Puasa Arafah memberikan kelonggaran bagi yang lupa membaca niat di malam hari atau terlewat waktu sahur. Kamu masih diperbolehkan untuk berniat di pagi atau siang hari, asalkan belu, melakukan hal apa pun yang membatalkan puasa sejak terbit fajar (waktu subuh).
Niat juga perlu dibaca seketika saat teringat sebelum masuk waktu ashar. Berikut adalah lafal niat Puasa Arafah di siang hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَرَفَةَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati ‘arafata lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Arafah hari ini karena Allah Ta'ala."
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)