Jakarta: Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, persiapan menyambut hari besar umat Islam tersebut sudah mulai terasa. Bagi umat Muslim yang tahun ini belum berkesempatan untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah, ada satu amalan sunah yang sangat dianjurkan dan sayang jika dilewatkan, yaitu puasa Arafah.
Ibadah sunah satu hari ini memiliki keutamaan yang luar biasa besar karena dapat menghapus dosa dua tahun sekaligus, yakni setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang. Agar pengerjaan ibadah ini dapat berjalan dengan maksimal dan tepat waktu, berikut adalah informasi lengkap seputar pengertian, jadwal, keutamaan, hingga bacaan niat puasa Arafah.
Pengertian Puasa Arafah
Puasa Arafah merupakan ibadah puasa sunah yang dilaksanakan pada hari Arafah, yaitu setiap tanggal 9 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Hukum menjalankan puasa ini adalah sunah muakkadah, atau sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang tidak sedang melaksanakan prosesi wukuf di padang Arafah.
Berdasarkan kesepakatan para ulama salaf terdahulu, hari Arafah merujuk langsung pada penanggalan tanggal 9 Dzulhijjah di wilayah masing-masing, bukan semata-mata mengacu pada waktu pelaksanaan wukuf di Arab Saudi. Oleh karena itu, umat Islam dapat menyelaraskan pelaksanaannya dengan kalender resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat.
Jadwal Pelaksanaan Puasa Arafah 2026
Kementerian Agama RI melalui sidang isbat telah menetapkan bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan acuan tersebut, puasa Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah akan dilaksanakan pada hari Selasa, 26 Mei 2026.
Sebagai informasi tambahan, umat Muslim sebenarnya diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa sunah sejak tanggal 1 Dzulhijjah karena sembilan hari pertama di bulan tersebut merupakan waktu-waktu yang istimewa.
Keutamaan Menjalankan Puasa Arafah
Selain menjadi amalan yang dicintai oleh Allah SWT, puasa Arafah menyimpan keutamaan yang sangat besar berdasarkan dalil-dalil sahih, di antaranya:
Sesuai dengan hadis riwayat Abu Qatadah, Rasulullah SAW menegaskan bahwa puasa pada hari Arafah dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Hari Arafah merupakan momen bersejarah di mana Allah SWT menurunkan ayat yang menyatakan bahwa ajaran Islam telah disempurnakan secara utuh.
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa hari Arafah adalah waktu di mana Allah SWT paling banyak membebaskan hambanya dari siksaan api neraka dibandingkan hari-hari lainnya.
Melaksanakan puasa Arafah bukan sekadar menjalankan rutinitas ibadah tahunan, melainkan sebuah kesempatan emas untuk membersihkan diri dan membuka lembaran baru yang lebih baik. Di tengah padatnya aktivitas harian, meluangkan waktu satu hari untuk berpuasa tentu menjadi investasi spiritual yang sangat berharga.
Oleh karena itu, pastikan kalendermu sudah ditandai untuk hari Selasa, 26 Mei 2026, agar amalan penuh berkah yang berpotensi menghapus dosa dua tahun ini tidak terlewatkan begitu saja. (Fany Wirda Putri)
Jakarta: Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, persiapan menyambut hari besar umat Islam tersebut sudah mulai terasa. Bagi umat Muslim yang tahun ini belum berkesempatan untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah, ada satu amalan sunah yang sangat dianjurkan dan sayang jika dilewatkan, yaitu
puasa Arafah.
Ibadah sunah satu hari ini memiliki keutamaan yang luar biasa besar karena dapat menghapus dosa dua tahun sekaligus, yakni setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang. Agar pengerjaan ibadah ini dapat berjalan dengan maksimal dan tepat waktu, berikut adalah informasi lengkap seputar pengertian, jadwal, keutamaan, hingga bacaan niat puasa Arafah.
Pengertian Puasa Arafah
Puasa Arafah merupakan ibadah puasa sunah yang dilaksanakan pada hari Arafah, yaitu setiap tanggal 9 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Hukum menjalankan puasa ini adalah sunah muakkadah, atau sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang tidak sedang melaksanakan prosesi wukuf di padang Arafah.
Berdasarkan kesepakatan para ulama salaf terdahulu, hari Arafah merujuk langsung pada penanggalan tanggal 9 Dzulhijjah di wilayah masing-masing, bukan semata-mata mengacu pada waktu pelaksanaan wukuf di Arab Saudi. Oleh karena itu, umat Islam dapat menyelaraskan pelaksanaannya dengan kalender resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat.
Jadwal Pelaksanaan Puasa Arafah 2026
Kementerian Agama RI melalui sidang isbat telah menetapkan bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan acuan tersebut, puasa Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah akan dilaksanakan pada hari Selasa, 26 Mei 2026.
Sebagai informasi tambahan, umat Muslim sebenarnya diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa sunah sejak tanggal 1 Dzulhijjah karena sembilan hari pertama di bulan tersebut merupakan waktu-waktu yang istimewa.
Keutamaan Menjalankan Puasa Arafah
Selain menjadi amalan yang dicintai oleh Allah SWT, puasa Arafah menyimpan keutamaan yang sangat besar berdasarkan dalil-dalil sahih, di antaranya:
- Sesuai dengan hadis riwayat Abu Qatadah, Rasulullah SAW menegaskan bahwa puasa pada hari Arafah dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
- Hari Arafah merupakan momen bersejarah di mana Allah SWT menurunkan ayat yang menyatakan bahwa ajaran Islam telah disempurnakan secara utuh.
- Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa hari Arafah adalah waktu di mana Allah SWT paling banyak membebaskan hambanya dari siksaan api neraka dibandingkan hari-hari lainnya.
Melaksanakan puasa Arafah bukan sekadar menjalankan rutinitas ibadah tahunan, melainkan sebuah kesempatan emas untuk membersihkan diri dan membuka lembaran baru yang lebih baik. Di tengah padatnya aktivitas harian, meluangkan waktu satu hari untuk berpuasa tentu menjadi investasi spiritual yang sangat berharga.
Oleh karena itu, pastikan kalendermu sudah ditandai untuk hari Selasa, 26 Mei 2026, agar amalan penuh berkah yang berpotensi menghapus dosa dua tahun ini tidak terlewatkan begitu saja.
(Fany Wirda Putri) Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)