Kepala BRG Nazir Foeadi kanan pembaca/Medcom.id/Theo
Kepala BRG Nazir Foeadi kanan pembaca/Medcom.id/Theo

Sipalaga Disiagakan Mencegah Karhutla

Nasional kebakaran hutan badan restorasi gambut restorasi lahan gambut
Theofilus Ifan Sucipto • 29 Januari 2019 13:17
Jakarta: Sistem pemantau air lahan gambut (SIPALAGA) dipersiapkan mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kekeringan. Sistem tersebut diperkenalkan Badan Restorasi Gambut (BRG) sebagai upaya preventif.
 
"Kita ingin menjaga lahan gambut tetap basah. Cara terbaik yaitu membangun sensor yang membaca lahan secara real time," ujar Kepala BRG Nazir Foeadi Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Selasa, 29 Januari 2019.
 
Baca: 680 Ribu Hektare Lahan Gambut Direstorasi dalam Tiga Tahun

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sensor bakal dipasang di setiap lahan gambut. Alat itu bisa mendeteksi tinggi muka air (TMA) dan kebasahan lahan gambut. Alat akan mencatat setiap satu jam.
 
"Kalau ketinggian air turun terus dan BMKG memprediksi tidak hujan dalam 20 hari ke depan, kita bisa lapor pada satuan petugas (satgas)," tutur Nazir.
 
Baca: Agar Restorasi Gambut Tak Sia-sia
 
Satgas akan patroli ke lokasi memantau keadaan lahan gambut. Hasil laporan disampaikan pada pemerintah daerah agar ditindaklanjuti.
 
Sebanyak 142 unit sipalaga sudah tersebar di tujuh provinsi kerja BRG. Wilayah itu ialah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.
 

(OJE)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif