Ilustrasi: Buruh perempuan menggelar aksi pada peringatan Hari Perempuan Internasional di depan Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/3/2013). Foto: MI/ATET DWI PRAMADIA
Ilustrasi: Buruh perempuan menggelar aksi pada peringatan Hari Perempuan Internasional di depan Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/3/2013). Foto: MI/ATET DWI PRAMADIA

Perempuan Perlu Diberi Ruang Ekspresi Perdamaian

Siti Yona Hukmana • 09 Februari 2019 07:45
Jakarta: Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, memandang perempuan perlu diberikan ruang untuk mengekspresikan diri terhadap perdamaian. Menurut dia, perempuan lebih toleran dibanding laki-laki dalam menghadapi perbedaan.
 
"Terutama soal keyakinan, maka kita harus memberikan ruang bagi perempuan desa untuk mengeksperiskan dirinya," kata Yenny di Jakarta seperti dilansir dari Antara, Jumat, 8 Februari 2019.
 
Pemberian ruang akan memberikan dampak positif terhadap perempuan. Seperti menjadikan lebih inovatif, memiliki ketahanan, mandiri dan mempunyai kemampuan untuk membangun keberagaman di tengah masyarakat.

"Jika perempuan menjadi agen perubahaan dampaknya akan luas, tidak hanya bagi kekuarganya, tetapi juga bagi komunitasnya dan bangsanya," ungkap anak kedua Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid itu.
 
Dalam pemberian ruang berekspresi itu, Yenny mengaku institusinya yakni Wahid Foundation telah mewujudkannya. Salah satu upaya Wahid Foundation adalah dengan pembinaan dan memperkuat perempuan dalam bidang ekonomi serta memberikan pemahaman tentang toleransi dan perdamaian.
 
Menurut dia, upaya itu diinisiasi oleh Wahid Foundation bekerja sama dengan UN Women dan didukung oleh pemerintah Jepang. Upaya itu diabngun lewat program 'Perempuan Berdaya, Komunitas Damai'.
 
Baca: PSI Perjuangkan Keadilan bagi Perempuan
 
"Ini mendukung peran perempuan untuk berkontribusi dalam menanamkan toleransi dan perdamaian," ujarnya.
 
Yenny mengatakan, sudah ada lebih dari 2 ribu perempuan terlibat dengan sembilan desa/kelurahan. Desa-desa itu yakni Desa Tajurhalang dan Kelurahan Pengasinan di Jawa Barat, Desa Gemblegan dan Nglinggi di Jawa Tengah, serta Desa Guluk-Guluk, Prancak, Payundan Dundang, Candirenggo, dan Sidomulyo di Jawa Timur.
 
UN Women Representative Sabine Machl mengatakan, program ini bertujuan untuk mengajak perempuan di desa sebagai agen perdamaian dan usahanya mempromosikan toleransi dan menjaga perdamaian di komunitas. 
 
Baca: Megawati: Kaum Perempuan Jangan Tabu Politik
 
"Hingga upaya yang dilakukan dalam mendorong Kepala Desa untuk berkomitmen membangun desa/kelurahan damai. Partisipasi aktif dan kepemimpinan perempuan sangat diperlukan untuk mencapai perdamaian yang berkalanjutan," pungkas Sabine.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DMR)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>