Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan arahan dalam pembekalan calon anggota legislatif Pemilu 2019 di Jakarta. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan arahan dalam pembekalan calon anggota legislatif Pemilu 2019 di Jakarta. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay.

Megawati: Kaum Perempuan Jangan Tabu Politik

Nasional hari perempuan internasional politik megawati kesetaraan gender
Whisnu Mardiansyah • 11 November 2018 05:04
Jakarta: Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengajak kaum perempuan melek politik. Sebab dalam kesehariannya, kaum perempuan acap berbicara soal politik.
 
"Kalau berbicara cabai pun itu sudah berbicara politik, kalau berbicara beras pun itu sudah berbicara politik, kalau berbicara soal sekolah anak itu sudah berbicara politik," kata Mega dalam acara penganugerahan purna Paskibraka, di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Sabtu malam, 10 November 2018.
 
Megawati mengajak kaum perempuan di Indonesia untuk mengejar ketertinggalan. Karirnya yang malang melintang di kancah perpolitikan nasional bisa menjadi inspirasi bagi kaum Hawa di Tanah Air.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya menjadi ketua umum perempuan di suatu partai pertama kali, lalu saya mengalami hal-hal yang memprihatinkan. Tapi setelah itu saya sebagai perempuan seperti bisa mengejar ketertinggalan, jadi wapres, saya jadi presiden. Saya merasa, ayo wanita Indonesia, jangan tabu dengan politik," sulut Mega berapi-api.
 
Di Indonesia, sebutnya, hak dan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan sama. Oleh karena itu, peluang perempuan menapaki karir di bidang politik terbuka lebar.
 
"Tidak ada sebutan wanita dan laki-laki, yang ada adalah seluruh warga negara Indonesia mempunyai hak yang sama di mata hukum. Kalau wanita Indonesia tidak mau maju, itu adalah kesalahan kalian, karena saya sudah ada contohnya," ungkapnya.
 
Ia ingin muncul Megawati lainnya di kancah perpolitikan nasional. Pengalaman yang ia lewati semestinya dijadikan semangat bagi perempuan Indonesia untuk maju dan berani berpolitik.
 
"Perempuan Indonesia punya hak yang sama di mata hukum. Saya ini ada contohnya, saya sudah mendapatkan gelar honoris causa (doktor kehormatan) ke-8. Bukan untuk sombong, tapi harus jadi semangat untuk perempuan lainnya dan berani," pungkasnya.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif