Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat menghadiri acara buka puasa bersama ketua BEM se-Jabodetabek di Wisma Bhayangkari, Jakarta. (Foto: Dokumen Karo Penmas Divisi Humas Polri).
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat menghadiri acara buka puasa bersama ketua BEM se-Jabodetabek di Wisma Bhayangkari, Jakarta. (Foto: Dokumen Karo Penmas Divisi Humas Polri).

Kapolri: Mahasiswa Punya Peran Penting Menangkal Terorisme

Nasional Tangkal Radikalisme
M Sholahadhin Azhar • 30 Mei 2018 04:59
Jakarta: Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menghadiri acara buka puasa bersama ketua BEM se-Jabodetabek di Wisma Bhayangkari, Jakarta. Dalam pertemuan itu, ia mengingatkan peran mahasiswa dalam segala aspek.
 
"Di negara ini banyak perubahan terjadi karena peran mahasiswa. Oleh karena itu mahasiswa menjadi hal penting karena tidak terlibat partai politik dan masih memiliki ideologi," kata Tito di lokasi, Selasa, 29 Mei 2018.
 
Menurutnya, gerakan mahasiswa memiliki peran penting. Mahasiswa dianggap sebagai mitra Polri dalam menjaga situasi kamtibmas, utamanya soal terorisme.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Mahasiswa Harus Kritis untuk Tangkal Radikalisme
 
Tito melihat penyebaran ideologi terorisme yang terus berkembang melalui berbagai medium. Hal ini merupakan akar permasalahan terorisme yang harus ditanggulangi bersama.
 
Walaupun sudah melakukan berbagai penangkapan, ia menyebut Polri belum sepenuhnya bisa menyelesaikan masalah terorisme. Karena akar masalah berupa penyebaran informasi belum terselesaikan.
 
"Untuk saat ini kita harus membangun ketahanan terutama di kalangan muda yang lebih selektif. Karena sasaran utama mereka adalah kalangan muda," ujar Tito.
 
Kapolri berharap mahasiswa tak ikut menyebarkan berita-berita yang tidak jelas dan selektif dalam menyebarkan berita. Jika mendapatkan berita, mereka diminta untuk menyaring terlebih dahulu.
 
Baca juga: Ideologi Terorisme Sudah Masuk ke Sekolah dan Keluarga
 
Selain soal terorisme, Tito juga menyoal tentang pilkada. Meski banyak antisipasi, pesta demokrasi itu dinilai masih berpotensi terjadinya konflik. Sebab perbedaan pandangan soal pemimpin, bisa saja menyulut permasalahan.
 
"Mulai dari awal proses pilkada sampai akhir kita dapat menjaganya dengan aman. Hal ini juga karena ikut sertanya mahasiswa untuk mendinginkan suasana," jelas Tito.
 
Mantan Kapolda Metro Jaya ini juga meminta mahasiswa membawa intelektualitas dalam menyaring berita di media sosial. "Memanfaatkan kecerdasan keilmuan sebagai inteliktual pemuda dalam memfilter media sosial. Mari bersama kita memberikan pencerahan kepada mahasiswa yang lainnya," tandas Tito.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif