Ilustrasi. Foto: Pexels
Ilustrasi. Foto: Pexels

Apakah Puasa Tetap Sah Jika Mandi Wajib Setelah Subuh? Ini Penjelasannya

Fatha Annisa • 02 Maret 2026 12:09
Ringkasnya gini..
  • Puasa Ramadan tetap sah meski mandi wajib dilakukan setelah azan Subuh, namun dengan sejumlah syarat.
  • Penjelasan tersebut merujuk pada hadits riwayat Bukhari dan Muslim.
  • Meski begitu, ulama menyarankan mandi wajib sebelum Subuh agar ibadah puasa Ramadan lebih utama dan sempurna.
Jakarta: Puasa Ramadan harus dilakukan dalam kondisi suci atau bersih dari hadas besar. Oleh karenanya, masyarakat kerap bertanya-tanya apakah puasa masih sah jika mandi wajib (mandi junub) dilakukan setelah azan Subuh.
 
Mandi wajib dilakukan untuk menghilangkan hadas besar, misalnya setelah berhubungan suami istri dan setelah haid maupun nifas bagi perempuan. Ketika seseorang masih dalam keadaan junub saat azan Subuh berkumandang, bagaimana dengan puasanya?
 

Hukum Mandi Wajib Setelah Subuh

Melansir NU Online, orang dalam keadaan junub yang tertidur hingga pagi sehingga lupa mandi wajib, namun ia sudah niat berpuasa pada malam harinya, boleh melanjutkan ibadah puasanya.
 
 
Baca juga: Apakah Boleh ke Dokter Gigi saat Puasa? Ini Tips Jaga Kesehatan Mulut ala Periset BRIN

 
Puasa masih sah, dengan catatan orang tersebut langsung melakukan mandi wajib di pagi hari dan lanjut berpuasa hingga matahari terbenam. Penjelasan ini merujuk pada hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang menceritakan pengalaman Rasulullah SAW:
 
 
 عن عائشة وأم سلمة رضي الله عنهما "أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ جِمَاعٍ ثُمَّ يَغْتَسِلُ ويَصُومُ" متفق عليه وزاد مسلم في حديث أم سلمة "وَلَا يَقْضِ
 

Artinya: Dari Aisyah ra dan Ummu Salamah ra, Nabi Muhammad saw pernah berpagi hari dalam kondisi junub karena jimak, kemudian beliau mandi, dan terus berpuasa (HR Muttafaq Alaih). Imam Muslim dalam riwayat dari Ummu Salamah ra menyebutkan, “Rasulullah saw tidak mengaqadha.”
 
Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki pun menjelaskan, dari hadits tersebut dapat disimpulkan bahwa orang yang berhadas besar boleh menunda mandi junub hingga pagi hari:
 
 
    جواز تأخير الغسل من الجنابة للصائم إلى ما بعد طلوع الفجر والأفضل التعجيل بالغسل قبل الفجر  
 
 
Artinya: Orang yang berpuasa boleh menunda mandi junub hingga waktu setelah fajar terbit. Tetapi yang lebih utama adalah ia menyegerakan mandi wajib sebelum terbit fajar atau sebelum Subuh (Lihat Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki, Ibanatul Ahkam, [Beirut, Darul Fikr: 1996 M/1416 H], cetakan pertama, juz II, halaman 313).
 
 
Baca juga: Anti Lowbat Sampai Magrib! 4 Buah 'Sakti' Wajib Ada Pas Sahur
 

Niat Mandi Wajib

Sebelum melakukan mandi wajib, jangan lupa untuk membaca niat terlebih dahulu. Adapun niat mandi wajib atau mandi junub adalah sebagai berikut:
 
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
 
Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta‘ala
 
Artinya: Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan