Ilustrasi:MI/Imanuel Antonius
Ilustrasi:MI/Imanuel Antonius

Apakah Boleh ke Dokter Gigi saat Puasa? Ini Tips Jaga Kesehatan Mulut ala Periset BRIN

Bramcov Stivens Situmeang • 01 Maret 2026 21:29
Ringkasnya gini..
  • Puasa di bulan Ramadan merupakan momen istimewa bagi umat muslim.
  • Namun, tidak sedikit yang merasa khawatir dengan masalah bau mulut selama menjalani ibadah puasa.
  • Bahkan ada yang ragu, apakah boleh ke dokter gigi di saat puasa Ramadan?
Jakarta: Puasa di bulan Ramadan merupakan momen istimewa bagi umat muslim. Namun, tidak sedikit yang merasa khawatir dengan masalah bau mulut selama menjalani ibadah puasa.
 
Periset Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis BRIN, drg. Lelly Andayasari, M.Kes, membagikan tips menjaga kesehatan gigi dan mulut selama berpuasa. Menurutnya, saat berpuasa produksi air liur dalam rongga mulut cenderung menurun sehingga keseimbangan pH atau tingkat keasaman di mulut ikut berubah.
 
Akibatnya, mulut terasa lebih kering dan risiko munculnya bau mulut atau halitosis pun meningkat. Namun tenang, kesehatan gigi dan mulut tetap bisa dijaga selama berpuasa, bahkan kunjungan ke dokter gigi pun masih tetap diperbolehkan.

Tips menjaga kesehatan gigi dan mulut selama berpuasa:

1. Bersihkan Rongga Mulut Setelah Sahur dan Sebelum Tidur Malam

Menjaga kebersihan mulut adalah langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan selama berpuasa. Sikat gigi secara menyeluruh dianjurkan untuk dilakukan setelah santap sahur dan sebelum tidur malam. Kebiasaan ini membantu membersihkan sisa makanan yang bisa menjadi sumber bakteri penyebab bau mulut.

2. Hindari atau Batasi Makanan Berbau Menyengat

Pilihan menu saat sahur dan berbuka ternyata berpengaruh besar pada kondisi kesehatan mulut selama berpuasa. Aroma dari makanan-makanan tersebut cenderung bertahan lama di rongga mulut dan dapat memperparah bau mulut sepanjang hari berpuasa. Menyesuaikan pilihan menu makan adalah cara mudah namun cukup efektif untuk menjaga mulut tetap segar.

3. Perbanyak Konsumsi Makanan Berserat

Selain menghindari makanan berbau menyengat, penting pula untuk memperbanyak asupan makanan berserat saat sahur maupun berbuka. Sayuran dan buah-buahan kaya serat dapat membantu merangsang produksi air liur yang menurun drastis saat berpuasa. Produksi air liur yang terjaga akan membantu membersihkan rongga mulut secara alami dan mengurangi risiko bau mulut. Konsumsi serat yang cukup juga turut mendukung kesehatan pencernaan secara keseluruhan selama bulan Ramadan.

4. Pastikan Hidrasi yang Cukup

Kekurangan cairan adalah salah satu faktor utama yang membuat mulut semakin kering dan berbau saat berpuasa. Memastikan tubuh terhidrasi dengan cukup saat sahur dan berbuka menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga kelembapan rongga mulut.

5. Batasi Konsumsi Makanan Tinggi Gula atau Karbohidrat

Makanan manis dan tinggi karbohidrat memang kerap menjadi pilihan favorit saat berbuka, namun perlu dibatasi demi kesehatan gigi. Membatasi konsumsinya, terutama saat sahur dan menjelang tidur malam, bisa membantu menjaga kesehatan gigi lebih optimal.

6. Lakukan Perawatan ke Dokter Gigi

Banyak orang memilih menunda kunjungan ke dokter gigi saat puasa karena khawatir akan membatalkan puasanya. Padahal, sejumlah perawatan gigi tetap aman dan diperbolehkan dilakukan selama berpuasa.

Perawatan yang masih boleh dilakukan antara lain pemeriksaan gigi rutin, scaling atau pembersihan karang gigi, penambalan gigi berlubang, perawatan saluran akar atau endodontik, serta kontrol ortodonti atau behel. Menjaga rutinitas perawatan gigi selama Ramadan justru membantu mencegah masalah gigi yang lebih serius di kemudian hari.
 
Itulah 6 tips menjaga kesehatan gigi dan mulut selama berpuasa ala Periset BRIN. Selamat berpuasa dan jaga selalu Kesehatan gigimu ya!
 
Baca juga: Ada Aja Manfaatnya, Senyawa dalam Lidah Buaya Disebut Bisa Perlambat Alzheimer


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan