Jakarta: Faras Ganeta menjadi salah satu jemaah haji termuda asal Sumedang pada tahun ini. Remaja berstatus pelajar sekolah menengah atas (SMA) tersebut diketahui masih berusia 17 tahun.
Menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci merupakan impian terbesar bagi setiap umat Muslim. Sering kali, ibadah ini identik dengan mereka yang sudah berusia matang atau lanjut usia, mengingat biaya yang besar serta waktu tunggu antrean yang panjang.
Namun, sebuah kisah inspiratif datang dari seorang pelajar SMA Negeri 1 Sumedang, Jawa Barat, yang membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk menunaikan rukun Islam kelima ini.
Remaja tersebut bernama Faras Ganeta. Di usia yang baru menginjak 17 tahun, ia sudah termasuk dalam 94 jemaah haji asal Sumedang yang tergabung dalam kloter 29 dan akan segera pergi ke Tanah Suci.
Konsisten Menabung Sejak 2013
Perjuangan Faras dimulai lebih dari satu dekade lalu, tepatnya pada tahun 2013. Saat anak-anak seusianya menghabiskan uang saku untuk membeli mainan atau jajanan, Faras kecil justru menyisihkan sebagian uang sakunya demi tujuan mulia, yakni pergi haji.
Sedikit demi sedikit, uang jajan yang ia kumpulkan setiap hari tersebut ditabung secara konsisten selama kurang lebih 13 tahun. Berkat kedisiplinan dan niatnya, tabungan tersebut akhirnya mencukupi untuk melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bpih).
Bagi Faras, ada alasan kuat mengapa ia begitu menggebu-gebu untuk bisa berhaji di usia remaja. Ia mengaku sangat termotivasi selagi fisiknya masih berada dalam kondisi prima.
Doa untuk Orang Tua dan Teman Sekolah
Selain mempersiapkan fisik, Faras juga sudah menyiapkan bekal spiritual. Remaja asal Sumedang ini mengaku telah mencatat daftar doa-doa khusus yang akan ia panjatkan saat berada di depan Ka’bah nanti.
Doa-doa tersebut utamanya ditujukan untuk kedua orang tuanya. Tak lupa, ia juga menyiapkan doa terbaik untuk keluarga besar serta teman-teman seperjuangannya di SMA Negeri 1 Sumedang.
Jakarta: Faras Ganeta menjadi salah satu
jemaah haji termuda asal Sumedang pada tahun ini. Remaja berstatus pelajar sekolah menengah atas (SMA) tersebut diketahui masih berusia 17 tahun.
Menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci merupakan impian terbesar bagi setiap umat Muslim. Sering kali, ibadah ini identik dengan mereka yang sudah berusia matang atau lanjut usia, mengingat biaya yang besar serta waktu tunggu antrean yang panjang.
Namun, sebuah kisah inspiratif datang dari seorang pelajar SMA Negeri 1 Sumedang, Jawa Barat, yang membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk menunaikan rukun Islam kelima ini.
Remaja tersebut bernama Faras Ganeta. Di usia yang baru menginjak 17 tahun, ia sudah termasuk dalam 94 jemaah haji asal Sumedang yang tergabung dalam kloter 29 dan akan segera pergi ke Tanah Suci.
Konsisten Menabung Sejak 2013
Perjuangan Faras dimulai lebih dari satu dekade lalu, tepatnya pada tahun 2013. Saat anak-anak seusianya menghabiskan uang saku untuk membeli mainan atau jajanan, Faras kecil justru menyisihkan sebagian uang sakunya demi tujuan mulia, yakni pergi haji.
Sedikit demi sedikit, uang jajan yang ia kumpulkan setiap hari tersebut ditabung secara konsisten selama kurang lebih 13 tahun. Berkat kedisiplinan dan niatnya, tabungan tersebut akhirnya mencukupi untuk melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bpih).
Bagi Faras, ada alasan kuat mengapa ia begitu menggebu-gebu untuk bisa berhaji di usia remaja. Ia mengaku sangat termotivasi selagi fisiknya masih berada dalam kondisi prima.
Doa untuk Orang Tua dan Teman Sekolah
Selain mempersiapkan fisik, Faras juga sudah menyiapkan bekal spiritual. Remaja asal Sumedang ini mengaku telah mencatat daftar doa-doa khusus yang akan ia panjatkan saat berada di depan Ka’bah nanti.
Doa-doa tersebut utamanya ditujukan untuk kedua orang tuanya. Tak lupa, ia juga menyiapkan doa terbaik untuk keluarga besar serta teman-teman seperjuangannya di SMA Negeri 1 Sumedang.
(PRI)