Jemaah haji Indonesia. Foto: Kementerian Haji dan Umrah
Jemaah haji Indonesia. Foto: Kementerian Haji dan Umrah

Armuzna Semakin Dekat, Jemaah Haji Diminta Fokus Jaga Kesehatan

Annisa ayu artanti • 15 Mei 2026 15:11
Ringkasnya gini..
  • Jemaah haji diminta mengurangi aktivitas berat jelang fase Armuzna.
  • Cuaca panas ekstrem di Makkah membuat stamina jemaah harus dijaga ekstra.
  • PPIH Arab Saudi terus mematangkan layanan transportasi dan akomodasi haji.
Jakarta: Fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) semakin dekat. Pemerintah mengimbau jemaah haji Indonesia untuk mulai mengurangi aktivitas yang tidak terlalu penting agar stamina tetap terjaga saat menjalani rangkaian ibadah utama haji.
 
Kementerian Haji dan Umrah menegaskan kondisi fisik menjadi salah satu kunci utama agar jemaah bisa menjalani seluruh prosesi haji dengan lancar, terutama di tengah cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.
 
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf, mengatakan bahwa kesiapan fisik menjadi faktor penting agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan optimal.

“Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jemaah untuk mulai menghemat energi dan menjaga stamina. Jangan memaksakan aktivitas fisik yang tidak mendesak agar kondisi tubuh tetap prima saat memasuki fase puncak haji,” ujar Maria Assegaf dikutip dari laman Kementerian Haji dan Umrah, Jumat, 15 Mei 2026.
 
Memasuki hari ke-24 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, seluruh layanan jemaah Indonesia berjalan lancar. 
 
Baca juga: Panduan Lengkap Talbiyah "Labbaik Allahumma Labbaik", Bacaan hingga Ketentuan Waktunya

Berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 395 kelompok terbang (kloter) dengan total 152.724 jemaah dan 1.577 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.
 
Sementara itu, sebanyak 353 kloter dengan 136.422 jemaah dan 1.412 petugas telah tiba di Makkah setelah bergerak secara bertahap dari Madinah.
 
Untuk kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, tercatat sebanyak 120 kloter dengan 45.914 jemaah dan 481 petugas telah tiba di Arab Saudi. Selain itu, sebanyak 10.535 jemaah haji khusus juga telah berada di Tanah Suci dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal.
 
Maria menjelaskan bahwa PPIH Arab Saudi saat ini terus mematangkan kesiapan layanan puncak haji melalui Satuan Operasi Armuzna, termasuk kesiapan akomodasi, konsumsi, dan transportasi jemaah.
 
“Kesiapan tenda di Arafah saat ini sudah mencapai sekitar 90 persen. Peninjauan layanan transportasi bus Masyair juga terus dilakukan untuk memastikan mobilitas jemaah berjalan lancar saat puncak haji,” jelasnya.
 
Selain itu, PPIH Arab Saudi juga telah menyiapkan berbagai skenario mitigasi untuk mengantisipasi potensi kepadatan pergerakan jemaah, khususnya pada jalur Arafah menuju Muzdalifah dan Muzdalifah menuju Mina.
 
Kemenhaj mengingatkan jemaah agar membatasi aktivitas di luar hotel, terutama pada siang hari saat suhu udara sangat tinggi. Jemaah juga diimbau memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh guna menghindari dehidrasi dan kelelahan.
 
“Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik. Karena itu, stamina perlu dijaga sejak sekarang agar jemaah dapat menjalani Armuzna dengan baik,” lanjut Maria.
 
Khusus bagi jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta atau risiko tinggi, Kemenhaj meminta agar selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan, ketua regu, ketua rombongan, maupun petugas sektor apabila mengalami keluhan kesehatan.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>