Balap Robin di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam. (ist.)
Balap Robin di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam. (ist.)

Perlahan Pulih dari Bencana, Lebaran Dimeriahkan Balap Robin di Subulussalam Aceh

Fatha Annisa • 25 Maret 2026 20:37
Ringkasnya gini..
  • Balap Robin di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, menjadi simbol kebangkitan warga Aceh pascabanjir sekaligus hiburan saat Lebaran.
  • Perlombaan perahu tradisional ini disambut antusias masyarakat dan dinilai berdampak positif, termasuk bagi pelaku UMKM.
  • Kegiatan ini dinilai sangat positif karena menjunjung tinggi silaturahmi antara masyarakat.
Jakarta: Berangsur-angsur, masyarakat Aceh mulai pulih dari bencana banjir yang melanda pada akhir November 2025. Balap Robin adalah salah satu upaya masyarakat di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, untuk perlahan bangkit dari bencana.
 
Hal ini tampak dari antusiasme masyarakat dalam mengikuti dan menyaksikan Balap Robin ini. Balap Robin atau Robin Cross adalah balapan antarperahu tradisional bermesin Robin milik nelayan. 
 
Balap Robin berlangsung di sungai Lae Soraya yang membentang di Kecamatan Rundeng. Balapan ini biasanya berlangsung pada momen Lebaran atau Idulfitri atau menyambut 1 Syawal.

Tengku Fikri Wirlandi Kombi, salah satu warga yang menyaksikan balapan itu mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu hiburan warga Subulussalam.
 
Baca juga: Jompo Banget Pulang-pergi Mudik? Spill Rahasia 'Baterai Fisik' Biar Gak Gampang Lowbat

 
Menurutnya, lomba ini membuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terbantu. Fikri berharap pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan ini.  
 
“Kegiatan ini sangat positif karena menjunjung tinggi silaturahmi antara masyarakat. Dan kami harap kepada pemerintah agar selalu men-support event-event tahunan ini,” kata Fikri, dikutip Rabu (25/3).
 
Ketua Panitia Balap Robin, Muhammad Ikhwan Sambo mengatakan Balap Robin ini didukung jajaran dari Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Rundeng. 
 
Tak pelak, ratusan masyarakat tampak memadati bantaran sungai yang menjadi lokasi balapan. Mereka antusias menyaksikan adu cepat mesin-mesin dari perahu kayu yang melaju kencang dengan suara khasnya.
 
Baca juga: Mudik Done! Sekarang Saatnya Reset, Cek 5 Tips Recovery Paling Efektif

 
Sempat terjadi ketegangan karena salah satu peserta ada yang karam akibat hantaman arus. Namun, kesiapsiagaan panitia dalam memberikan pertolongan membuat insiden tersebut tidak memakan korban.
 
“Masyarakat yang mengikuti perlombaan ini dari kalangan masyarakat seluruh Kecamatan Rundeng. Kami berencana mengajukan ke pemerintah kota untuk dilangsungkan perlombaan tingkat kota,” kata Ikhwan.
 
Panitia berharap lomba ini bisa terus berlangsung setiap tahunnya untuk mempererat tali silaturahmi. Lomba ini juga menjadi salah satu cara melestarikan budaya sungai yang menjadi ciri khas masyarakat Rundeng.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>