Acara tersebut merupakan rangkaian Natal Nasional 2025 bertema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24) yang sebelumnya juga berlangsung di Bandung, Medan, Manado, Palangkaraya, Ruteng, Ambon, Toraja, dan Merauke.
Tak hanya menjadi ruang refleksi iman dan kebangsaan, rangkaian ini juga diwujudkan melalui aksi nyata, mulai dari bakti sosial, bantuan bagi korban bencana, pemberian beasiswa, perbaikan gereja, hingga penyediaan ambulans di berbagai daerah.
Sementara itu, Seminar Nasional 2026 diikuti lebih dari 2.000 peserta yang hadir secara luring dan daring melalui siaran langsung YouTube/ Peserta berasal dari civitas academica UPH, sekolah-sekolah di bawah naungan YPPH, keluarga besar Lippo Group, media, serta masyarakat umum.
Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pendidikan dan pembentukan karakter. Ia menyampaikan harapannya agar semangat Natal dapat dihidupi oleh keluarga-keluarga Indonesia, seraya menegaskan komitmen UPH untuk terus membawa harapan dan dampak positif bagi bangsa melalui pendidikan.
.jpeg)
Seminar Nasional 2026 yang digelar pada 3 Februari 2026 di Auditorium Grand Chapel. Foto: UPH
| Baca juga: Pendidikan Jadi Alat Tuhan Membawa Harapan Bangsa |
“Melalui pendidikan, UPH ingin terus mengambil peran sebagai alat Tuhan untuk membawa harapan dan dampak positif bagi bangsa,” ucap Rektor UPH.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025 sekaligus Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, menekankan pentingnya membangun Indonesia melalui aksi nyata yang berpihak pada kebenaran, keadilan, dan kesejahteraan bersama.
“Komitmen tersebut kami wujudkan melalui berbagai inisiatif sosial sepanjang rangkaian Natal Nasional 2025, mulai dari pembagian seribu paket pendidikan senilai Rp10 juta per penerima di berbagai daerah, renovasi 100 gereja, penyaluran 20 ribu paket sembako di 10 wilayah Indonesia, pembangunan dua jembatan di Papua, distribusi 30 ribu Alkitab ke seluruh Indonesia, hingga bantuan bagi para korban bencana alam,” jelas Maruarar.
Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan simbolis lima unit ambulans hasil dukungan PT Astra International Tbk kepada lima lembaga lintas agama. Dengan penyerahan ini, total ambulans yang disalurkan Panitia Natal Nasional 2025 mencapai 35 unit.

Penyerahan simbolis lima unit ambulans kepada lima lembaga lintas agama. Foto: UPH
| Baca juga: Sebanyak 1.989 Wisudawan UPH Siap Mengukir Dampak bagi Indonesia |
Refleksi Peran Keluarga, Iman, dan Pendidikan untuk Persatuan Bangsa
Seminar Nasional 2026 menghadirkan Prof. Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, serta Dr. (H.C.) James T. Riady, Pendiri YPPH. Keduanya menekankan peran strategis keluarga, iman, dan pendidikan dalam membentuk manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing.Dalam paparannya, Prof. Brian menjelaskan bahwa pendidikan memegang peranan krusial dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Menurutnya, penguasaan teknologi dan peran pendidik juga menjadi kunci pengelolaan SDM berkelanjutan.
“Dari tangan merekalah lahir generasi yang siap menghadapi tantangan zaman. Pendidikan yang dikelola dengan baik akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan SDM yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing,” ucap Prof. Brian.
Sementara itu, Dr. James membagikan refleksi personal tentang makna hidup yang sejati, yang berakar pada relasi keluarga dan pembaruan diri. Ia menegaskan bahwa bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat, serta selalu ada harapan dan pemulihan dalam setiap situasi sulit.
| Baca juga: Inovatif! Mahasiswa Sulap Akar Jamur Jadi Material Bangunan Rumah |
“Bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat. Ketika relasi keluarga sedang tidak baik, itu bukan akhir dari segalanya. Jangan kehilangan harapan, karena setiap keadaan sulit selalu membuka kesempatan untuk pemulihan,” tutup Dr. James dengan penuh keyakinan.
Koordinator Seminar Nasional 2026, Pdt. Prof. Binsar Jonathan Pakpahan, Ph.D., menegaskan bahwa kampus merupakan ruang strategis untuk menanamkan kembali nilai keluarga kepada generasi muda.
“Perguruan tinggi harus menjadi ruang untuk membicarakan nilai-nilai keluarga, ketahanan, dan iman. Dari kampus inilah kita ingin membangun fondasi yang kuat bagi keluarga-keluarga Indonesia ke depan,” ujar Prof. Binsar.
Seminar ini menjadi ruang refleksi yang meneguhkan keluarga sebagai fondasi persatuan bangsa, sejalan dengan visi UPH dalam membentuk pemimpin yang takut akan Tuhan dan berdampak nyata bagi Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News