Rektor Universitas Pelita Harapan (UPH), Jonathan L Parapak. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Rektor Universitas Pelita Harapan (UPH), Jonathan L Parapak. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Pendidikan Jadi Alat Tuhan Membawa Harapan Bangsa

Ilham Pratama Putra • 04 Februari 2026 12:08
Ringkasnya gini..
  • Melalui pendidikan, Tuhan telah membawa sebuah harapan. Tak hanya bagi individu tapi juga bagi suatu bangsa.
  • Mendikdasmen Brian Yuliarto menekankan peran strategis keluarga, iman dan pendidikan. Ketiganya adalah fondasi pembentukan manusia Indonesia.
  • Pendidikan memegang peranan krusial dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.
Jakarta: Pendidikan menjadi fondasi utama membangun kehidupan seorang manusia dan keluarga menjadi gerbang utama hadirnya pendidikan bagi seseorang. Dari keluarga, sesorang dibangun karakternya, nilai, hingga keimanan.
 
Rektor Universitas Pelita Harapan (UPH), Jonathan L Parapak, menyampaikan melalui pendidikan, Tuhan telah membawa sebuah harapan. Tak hanya bagi individu tapi juga bagi suatu bangsa.
 
"Melalui pendidikan, UPH ingin terus mengambil peran sebagai alat Tuhan untuk membawa harapan dan dampak positif bagi bangsa," kata Jonathan dalam Seminar Nasional di UPH, Selasa, 3 Februari 2026.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menekankan peran strategis keluarga, iman dan pendidikan. Ketiganya adalah fondasi pembentukan manusia Indonesia.
 
"Peran strategis keluarga, iman, dan pendidikan sebagai fondasi pembentukan manusia Indonesia yang utuh," ujar dia.
 
Brian menegaskan pendidikan memegang peranan krusial dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Menurutnya, penguasaan teknologi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar yang harus dimiliki generasi masa depan.
 
Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan SDM yang berkelanjutan dengan pendidik sebagai kunci utama dalam proses tersebut. Pendidik merupakan garda terdepan dalam proses pembentukan kualitas SDM karena dari tangan merekalah lahir generasi yang siap menghadapi tantangan zaman.
 
"Pendidikan yang dikelola dengan baik akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan SDM yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing,” ujar Brian.
 
Sementara itu, pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) James T. Riady secara terbuka membagikan perjalanan pribadinya ketika ia menyadari hidup tidak semata-mata diukur dari pencapaian dan reputasi. Melainkan, dari kesediaannya memenangkan hati keluarganya.
 
Dari perenungan tersebut, ia menyadari perubahan sejati harus dimulai dari pembaruan diri. Dengan menjalani hidup yang berbeda, lebih bertanggung jawab, dan berakar pada kebenaran yang memerdekakan.
 
“Bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat. Ketika relasi keluarga sedang tidak baik, itu bukan akhir dari segalanya. Jangan kehilangan harapan, karena setiap keadaan sulit selalu membuka kesempatan untuk pemulihan,” ujar James.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan