Luna, perempuan yang diduga pertama kali menyebarkan hoaks es gabus spons. Foto: tangkapan layar akun Threads @apri_idn
Luna, perempuan yang diduga pertama kali menyebarkan hoaks es gabus spons. Foto: tangkapan layar akun Threads @apri_idn

Diduga Sebar Hoaks Es Gabus Spons, Perempuan Ini Jadi Sasaran Kecaman Netizen

Fatha Annisa • 29 Januari 2026 17:39
Jakarta: Perkara es gabus yang dituding memakai spons, belum selesai. Usai oknum aparat menyampaikan permintaan maaf, kini netizen mengecam seorang perempuan yang diduga menjadi penyebar hoaks pertama terkait kasus ini. 
 
Dalam video yang diunggah akun Threads @apri_idn, terdapat seorang perempuan muda berbaju putih yang terlihat memprovokasi warga dengan narasi menyebut dagangan Sudrajat sebagai “busa bedak”.
 
"Ini mah spons, spons bedak. Masa agar-agar bisa diperas kayak gini? Astagfirullah, nggak mungkin agar ini," ujarnya.
 
Ia mengatakannya sambil meremas-remas es gabus Sudrajat, seperti sedang membuktikan kebenaran pernyataannya. Video tersebut kemudian diunggah di media sosial dan viral, sehingga memicu dampak berantai. 
 
 
Baca juga: Aparat Minta Maaf Usai Viral Tuduh Pedagang Es Gabus Pakai Spons

 
Perempuan dalam video diduga bernama Luna (20), warga Bonsay, Cempaka Baru, Kemayoran. Netizen pun mengecam perbuatannya, namun media sosial Luna sudah tidak aktif ketika Threads tersebut dibaca banyak pengguna. 
 
“Jadi, tadi saya udah wawancarain salah satu saksi mata di TKP Kasus kakek yang dituduh es spons bedak. Salah satu orang di dalam video itu (cewek) yang menggiring narasi kalo kue itu berbusa,” tulis akun @apri_idn.
 
Netizen pun meminta dia untuk segera menyampaikan permintaan maaf kepada Sudrajat, “tolong, buat temen2nya atau sodara nya atas nama LUNA umur 20 tahun, tinggal di bonsay, Cempaka Baru, Kemayoran, agar SEGERA MEMINTA MAAF KEPADA PAK SUDRAJAT!”
 
 
Baca juga: Viral Wanita di NTT Tembak Mati Burung Hantu Gegara Ganggu Tidurnya

 

Viral Es Gabus Diduga Pakai Spons

Sebelumnya, beredar video yang menunjukkan seorang pedagang es gabus diintimidasi oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Rawa Selatan, Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang Serda Heri Purnomo.
 
Dalam video, Heri terlihat menginterogasi Suderajat. Ia meminta Suderajat untuk memakan es dagangannya sendiri, untuk membuktikan bahan yang digunakan tidak berbahaya. Sudrajat juga dilaporkan mendapat kekerasan fisik dari kedua oknum.
 
Setelah viral, hasil uji laboratorium terhadap es gabus dagangan Sudrajat dinyatakan layak konsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya. Hal ini membuat netizen geram, lalu Ikhwan dan Heri menyampaikan permintaan maaf atas sikapnya. 
 
"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es kue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," ujar Ikhwan dalam video.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan