Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Heru Winarko - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Heru Winarko - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

BNN Meluncurkan Tokostopnarkoba.com

Nasional bnn hari anti narkoba
26 Juni 2019 19:31
Jakarta: Badan Narkotika Nasional (BNN) akan memfasilitasi narapidana narkoba membangun kreativitas. Dengan begitu, mereka bisa berhenti menjadi pengedar maupun pecandu saat keluar dari penjara.
 
Kepala BNN Komjen Heru Winarko mengatakan hasil kreativitas para napi akan dipamerkan di website tokostopnarkoba.com. Website itu diresmikan tepat pada Hari Anti Narkoba Internasional (HANI)
 
Heru menjelaskan peluncuran website ini merupakan bentuk komitmen pemerintah selain untuk terus memberantas perederan narkoba, juga memberikan kesempatanbaru bagi korban narkoba untuk memperbaiki diri, berkarya, sehat dan produktif tanpa narkoba.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Melihat manfaat dan kesempatan pengembangan hasil produksi ini, BNN bekerja sama dengan PT Asli Rancangan Indonesia berinisiatif untuk melakukan terobosan dari keinginan Presiden melakukan Revolusi Industri 4.0, yaitu membangun online marketplace dalam Platform Digital Marketing untuk memasarkan produk hasil binaan ini secara luas tanpa batas, dan marketplace tersebut diberi nama tokostopnarkoba.com," ujar Heru dalam keterangannya, Rabu, 26 Juni 2019.
 
Heru pun berterima kasih kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam pembuatan tokostopnarkoba.com, khususnya PT Asli Rancangan Indonesia (ASLI RI) yang membantu membangun online marketplace ini.
 
Di sisi lain, kemajuan berbagai bidang juga dipercepat dengan teknologi informasi dan digitalisasi. Di bidang jasa keuangan (Fintech) geliat sektor ini telah merambah ke start up pembayaran, peminjaman, perencanaan keuangan (personal finance), investasi ritel, pembiayaan (crowd funding), uang elektronik dan lainnya. Kemudahan dan kecepatan menjadi kunci peningkatan transaksi digital, terutama di kalangan milenial yang mencari pengalaman yang seamless ketika melakukan transaksi pembayaran.
 
Baca:Bisnis Narkoba Dipereteli Via Perbankan
 
Karena itu, keamanan siber dan perlindungan data konsumen harus menjadi perhatian dari semua pihak yang terlibat dalam transaksi digital. Pemerintah lewat POJK No 12-POJK.01-2017 juga sudah mengatur mengenai Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme.
 
Pihak penyedia jasa keuangan digital juga harus menerapkan Customer Due Diligence, dan Enhance Due Dilligence untuk memastikan semua penggunanya memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh peraturan pemerintah tersebut.
 
"Catatan BNN adalah sebuah sistem Verifikasi Biometrik yang terintegrasi dengan Database BNN terkait pengguna maupun pengedar Narkotika yang ada di Indonesia. Di mana hasil verifikasi ini dapat digunakan Financial Insitutions maupun Companies dalam proses Customer Due Diligence yang biasa disebut sebagai KYC atau eKYC," ujar Kapuslidatin BNN Brigjen Agus Irianto.
 
Agus menyampaikan BNN saat ini juga bekerja sama dengan PT Asli Rancangan Indonesia untuk membangun, dan mengimplementasi sistem Verifikasi Biometrik Catatan BNN agar masyarakat merasakan benefitnya.
 
Kehadiran eKYC, lanjut dia, membuat penerapan program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) yang dicanangkan pemerintah melalui BNN dapat diterapkan lintas sektor, baik sektor pemerintahan maupun sektor swasta dengan lebih efektif dan efisien.
 
PT Asli Rancangan Indonesia adalah perusahaan Biometric Verification as a Service pertama di Indonesia. Perusahaan itu juga memiliki kapasitas pencarian Biometric (Fingerprint, Face and Iris) yang sangat cepat, dan akurat.
 
Identifikasi dan Verifikasi Biometric Technology ASLI RI sudah diterapkan di Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Intelijen Negara (BIN), BNN, dan di luar negeri. Misalnya, di Mexican Federal Police, Spanish National Police, Dutch Police, Guardia Civil, West Midlands Police, dan Baltimore Police.
 
Baca:Pengguna Narkoba di Kalangan Milenial Meningkat
 
Founder, Co-Founders dan Executives di ASLI RI mempunyai pengalaman bekerja di perusahaan ternama seperti Intel Corp, Microsoft, Motorola, Amazon, EMC, Analogic, NASA, National Space Biomedical Research Institute, Texas Department of Transport, Shell, British Petroleum, Kaskus, Indomog, Telkom Indonesia, BCA, Stanchart Bank, BNI 46, Bank Mandiri, Bank Tamara, ANZ Bank dan Bank CIMB Niaga.
 
CEO dari ASLI RI Irjen (Purn) Arief Dharmawan menjelaskan perusahaan pimpinannya ini ialah penyedia jasa verifikasi biometrik yang mempunyai teknologi sangat compatible terhadap database. Baik milik pemerintah maupun swasta.
 
"ASLI RI tidak mempunyai database, kami hanya penyedia teknologi verifikasi biometrik," jelas Arief.
 
Karena itu, PT ASLI RI bekerja sama dengan lembaga pemerintah, dan database owner lainnya untuk memberikan jasa verifikasi biometrik yang dapat dipakai untuk keperluan verifikasi calon nasabah, calon peminjam uang, calon karyawan, calon sopir, babysitter, asisten rumah tangga hingga mencari menantu.
 
"Salah satunya adalah kerja sama dengan BNN. Hari ini kami launching sistem Verifikasi Biometrik Catatan BNN dan mendukung program P4GN BNN berupa Tokostopnarkoba.com, yaitu pemasaran online produk barang yang dihasilkan oleh warga binaan BNN," ujar Arief.
 
Sistem Biometric Identification dan Verification ASLI RI telah dinyatakan lulus dan layak pakai oleh Puslitbang Polri. Selain itu, ada sertifikasi dari BPPT untuk Perangkat Pembaca KTP Elektronik sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri No 34 Tahun 2014.

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif