Bandar narkoba. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Bandar narkoba. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Bisnis Narkoba Dipereteli Via Perbankan

Nasional narkoba
Ilham Pratama Putra • 26 Juni 2019 15:54
Jakarta: Badan Narkotika Nasional (BNN) membuka kerja sama dengan sejumlah perusahaan perbankan di Indonesia. Kerja sama ini dibangun guna mencegah dan mengawasi transaksi narkotika antara penjual dan pembeli narkoba lewat bank.
 
"Kita berpikiran bahwa transaksi narkoba juga bisa menggunakan jasa perbankan. Makanya, bersama perbankan, kita launching yang namanya electronic know your customer," kata Kepala BNN Komjen Heru Winarko di The Opus Grand Ballroom, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Juni 2019.
 
Dia mengatakan BNN akan membagikan data-data penting kepada perusahaan perbankan. Hal ini meliputi data jaringan narkoba guna memetakan dan menganalisa transaksi jual beli narkoba.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data transaksi yang dilakukan penjual narkoba nantinya dibedah kepada dan siapa saja yang bertransaksi narkoba. Dengan adanya kerja sama tersebut, BNN akan lebih mudah untuk menangkap bandar narkoba lainnya.
 
"Akan kita buka lewat pemetaan dari data base akun bank yang digunakan bandar. Kalau ada transaksi dengan siapa pun akan terbuka, memudahkan kita untuk menangkap pengedar," ungkap dia.
 
Kerja sama ini bentuk inovasi dari BNN. Skema dengan perbankan ini juga salah satu cara untuk memutus aliran dana dan peredaran gelap narkotika yang kian meresahkan.
 
Baca: BNN Temukan Narkoba Jenis Baru
 
World Drugs Reports 2018 yang diterbitkan Kantor Persatuan Bangsa-Bangsa Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) menyebutkan sebanyak 275 juta penduduk di dunia pernah mengonsumsi narkoba. Artinya, 5,6 persen dari penduduk dunia usia 15-64 tahun sudah terjangkit narkoba.
 
Di Indonesia, pegunaan narkoba juga meresahkan. BNN selaku focal point di bidang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) mengantongi angka penyalahgunaan narkoba sebanyak 3.376.115 orang pada rentang usia 10-59 tahun di 2017.
 
Angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar di 2018 dari 13 ibu kota provinsi di Indonesia mencapai angka 2,29 juta orang. Salah satu kelompok masyarakat yang rawan terpapar penyalahgunaan narkoba adalah mereka pada rentang usia 15-35 tahun atau generasi milenial.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif