Penyelam Basarnas diterapi hiperbarik di RS Polri/Medcom.id/Kaautsar Widya Prabowo
Penyelam Basarnas diterapi hiperbarik di RS Polri/Medcom.id/Kaautsar Widya Prabowo

Terapi Hiperbarik Mencegah Kelumpuhan Penyelam

Nasional Lion Air Jatuh
Kautsar Widya Prabowo • 15 November 2018 14:05
Jakarta: Anggota Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang menjadi menyelam dalam evakausi Lion Air PK-LQP berpotensi lumpuh bila tidak menjalani terapi hiperbarik. Nitrogen dalam tubuh penyelam bisa menjadi racun.
 
"Jadi racun yang tersimpan di dalam aliran darah kita, efeknya kalau sudah menjelang uzur bisa mengakibatkan kelumpuhan atau tambahan penyakit di masa tua kita ," ujar anggota Basarnas Sepecial Group (BSG) Ahmad Kuswanto di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis, 15 November 2018.
 
Baca: Sepuluh Penyelam Basarnas Diterapi Hiperbarik

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan penyelam pencarian korban pada kedalaman 30 meter. Kadar oksigen di dalam tubuh bukan lagi oksigen murni. Oksigen tercampur nitrogen.
 
"Jadi nitrogen yang tersisi didalam aliran darah kita bisa dihilangkan dengan cara kita menghirup oksigen murni dengan tekanan yang sama," ucap dia.
 
Baca: 38 Orang Tim Evakuasi Lion Air Dapat Terapi Hiperbarik
 
Penyelam Basarnas lainya, Arief Yulianto, merasakan manfaat langsung setelah melakukan terapi. Terlebih, ia dua kali bertugas di perairan Karawang.
 
"Habis terapi kita lebih fresh lagi ya, karena kita saat terapi hirup oksigen tentunya. (Sebelumya) agak pusing gitu," beber dia.
 
Basarnas mengirim 30 penyelam untuk diterapi hiperbarik. Sebanyak delapan penyelam Basarnas bakal diterapi Jumat, 16 November 2018.
 

(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi