Combiphar menyelenggarakan edukasi kesehatan “Waspada ISPA di Musim Pancaroba: Jaga Kesehatan Pernapasan Keluarga” di Kantor Kecamatan Pancoran. Foto: medcom.id/fatha annisa
Combiphar menyelenggarakan edukasi kesehatan “Waspada ISPA di Musim Pancaroba: Jaga Kesehatan Pernapasan Keluarga” di Kantor Kecamatan Pancoran. Foto: medcom.id/fatha annisa

Combiphar Edukasi Warga soal ISPA, Sediakan Cek Kesehatan dan Pengobatan Gratis

Fatha Annisa • 15 April 2026 14:19
Ringkasnya gini..
  • Combiphar bersama Kecamatan Pancoran menggelar edukasi kesehatan tentang ISPA.
  • Kasus ISPA di DKI Jakarta mencapai 2,5 juta sepanjang 2025, dengan lonjakan di Pancoran memuncak lebih dari 1.000 kasus pada Februari 2026.
  • Combiphar juga mengedukasi masyarakat soal pentingnya penanganan batuk yang tepat.
Jakarta: Combiphar melalui program Combi Hope berkolaborasi dengan Kantor Kecamatan Pancoran menyelenggarakan edukasi kesehatan bertajuk “Waspada ISPA di Musim Pancaroba: Jaga Kesehatan Pernapasan Keluarga”. Kolaborasi ini menjadi bagian dalam rangkaian perayaan 55 tahun Combiphar “Sehatkan Kini, Menangkan Esok”.
 
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, mencatat sebanyak 2.5 juta kasus ISPA sepanjang Januari - November 2025. Sedangkan Data Puskesmas menunjukkan kunjungan pasien ISPA di Pancoran meningkat sejak awal 2026, mencapai puncaknya (lebih dari 1.000 kunjungan) pada bulan Februari.
 
Sejalan dengan kondisi tersebut, Combiphar menghadirkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang didukung oleh Comtusi, obat batuk yang telah lebih dari 30 tahun diresepkan oleh dokter di Indonesia. Program ini mencakup penyuluhan bagi ratusan kader PKK, Posyandu, dan Dasa Wisma sebagai garda terdepan di masyarakat.
 
 
Baca juga: Incar Saluran Pernapasan, Ini Bahayanya Terinfeksi HMPV untuk Penderita Asma

 
Weitarsa Hendarto, Direktur Combiphar, menyatakan bahwa kegiatan edukasi ini merupakan langkah konkret perusahaan untuk memperkuat pertahanan kesehatan keluarga dari lini terdepan.
 
“Sejalan dengan semangat 'Sehatkan Kini, Menangkan Esok', kami tidak hanya menyediakan produk, tetapi juga melakukan tindakan nyata bagi masyarakat,” kata Weitarsa di Kantor Kecamatan Pancoran, Jakarta, 15 April 2026.
 
Sandi Wijaya pun menegaskan pentingnya pemahaman jenis batuk dan penanganan yang tepat. Pasalnya jika tidak ditangani dengan benar, dampaknya akan menjadi kerugian nyata bagi penderita.
 
“Menjelang musim pancaroba, risiko batuk meningkat signifikan. Yang sering luput, batuk bukan sekadar ketidaknyamanan, tetapi juga memiliki biaya tersembunyi, mulai dari terganggunya istirahat, menurunnya fokus, hingga berkurangnya produktivitas,” ujarnya.
 
Combiphar Edukasi Warga soal ISPA, Sediakan Cek Kesehatan dan Pengobatan Gratis
Combiphar menghadirkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis Kantor Kecamatan Pancoran. Foto: Medcom.id/fatha annisa
 
Baca juga: Waspada! Ini 7 Penyakit Menular yang Umum di Indonesia

 
Sementara itu, Wakil Camat Pancoran, Rudy Cahyadi, mengapresiasi inisiatif penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan yang digelar oleh Combiphar. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada Sudinkes Jakarta Selatan, Puskesmas Pancoran, dan jajaran lintas sektoral atas pelayanan kesehatan.
 
"Puskesmas dan lintas sektor aktif mencegah ISPA melalui penyuluhan dan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kolaborasi lintas sektoral (kesehatan, swasta, masyarakat) sangat dibutuhkan, di mana kehadiran Combiphar menjadi contoh nyata peran sektor swasta dalam upaya promotif dan preventif kesehatan." tuturnya.
 
Turut hadir dalam acara, dr. Clavelina Astriani, Sr. Medical Affairs Manager Combiphar, menjelaskan bahwa risiko infeksi saluran pernapasan dapat dipicu oleh perubahan pola cuaca seperti suhu dan kelembapan. Kondisi ini juga dapat memengaruhi penyebaran virus serta respons tubuh terhadap infeksi.
 
“Infeksi saluran pernapasan dapat berdampak pada kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari, sehingga penanganan yang tepat sejak awal, termasuk pemilihan terapi yang sesuai, menjadi penting,” jelasnya.
 
Baca juga: Waspada ISPA Saat Musim Kemarau, Ini Cara Mencegahnya

 
Terkait pemilihan obat batuk yang tepat, Sandi merekomendasikan Comtusi yang selama 30 tahun, Sandi merekomendasi Comtusi yang diklaim telah dipercaya oleh dokter untuk membantu meredakan batuk secara efektif. Obat batuk ini juga hadir dalam varian baru, yaitu Comtusi Batuk Kering dan Comtusi Batuk Berdahak.
 
Produk tersebut ditawarkan dengan harga di kisaran Rp45.000 dan dapat dibeli secara bebas di apotek dan toko obat. Seluruh varian Comtusi juga telah mendapatkan persetujuan resmi dari BPOM dan sertifikasi Halal.
 
“Melalui kehadiran varian baru dari Comtusi, kami ingin terus berinovasi dan menjadi bagian dari solusi kesehatan masyarakat Indonesia, hari ini, dan untuk masa yang akan datang,” tutup Weitarsa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>