Pelajar Cirebon ditangkap polisi usai kelelahan usai demo di DPR. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman
Pelajar Cirebon ditangkap polisi usai kelelahan usai demo di DPR. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman

Sandi Nekat Demo di Jakarta

Nasional demo massa demo mahasiswa Demonstrasi Mahasiswa
Yurike Budiman • 02 Oktober 2019 13:58
Jakarta: Thaulib, 50, sudah menanti sejak subuh tadi untuk melihat anak kelimanya, Sandi Saksena, 17, salah satu pelajar yang ditangkap Polres Metro Jakarta Utara. Dia tak menyangka Sandi sampai berurusan dengan polisi di Jakarta.
 
Siswa kelas 2 SMK Al Musyawirin, Cirebon, Jawa Barat, itu pamit kepada orang tuanya untuk pergi bermain di rumah teman sekolahnya. Namun, dia ternyata pergi ke Ibu Kota ikut berdemo di DPR.
 
"Sudah dari Minggu (29 September 2019) sore (pergi), waktu hari Minggu kayaknya memang main di rumah temannya soalnya HP masih aktif terus diteleponin," kata Thaulib kepada Medcom.id di Polres Jakarta Utara, Rabu, 2 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat Minggu malam, Thaulib sempat bertanya kapan Sandi pulang. Namun, anaknya hanya berjanji bakal pulang Senin, 30 September 2019. Pada Senin pagi, dia pun menanyakan kembali kapan Sandi kembali.
 
"Dia bilang ada di Palimanan nanti mau pulang sore. Pas sore belum sampai juga, saya telepon lagi bilangnya besok," terang pria yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh di Plered, Cirebon, ini.
 
Thaulib mengatakan Senin malam sama sekali tidak ada kabar dari sang anak. "Senin itu masih aktif tapi anaknya ngomong pulangnya pagi, begitu terus bilangnya. Tidak bilang di sini (Polres)," kata dia.
 
Ketakutan
 
Meski melalui telepon saja, Thaulib memiliki perasaan tidak enak di hatinya. Ia mengatakan suara Sandi seperti orang yang sedang ketakutan lantaran sudah digiring ke Polres Jakarta Utara bersama puluhan anak lainnya.
 
"Ngomongnya kayak ada orang di belakang, kayak ketakutan (suaranya). Soalnya anak itu aslinya masih polos. Kalau enggak ada orang di belakang kan pasti jujur ngomongnya nanti pulangnya hari ini, jam segini. Kemarin saya dengar ya seperti orang lagi bohong," kata Thaulib.
 
Menurut Thaulib, Sandi ke Jakarta bersama tiga teman sekolahnya yang hingga kini turut diamankan. "Tidak tahu saya siapa yang ngajak. Kalau saya tahu pasti saya cegah," pungkas dia.
 

 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif