NEWSTICKER
Tim melakukan Dekontaminasi temuan paparan tinggi radioaktif di Perum Batan Indah. Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Tim melakukan Dekontaminasi temuan paparan tinggi radioaktif di Perum Batan Indah. Foto: Antara/Muhammad Iqbal

Gara-gara Limbah Nuklir

Nasional nuklir batan Rangkuman Nasional
Renatha Swasty • 17 Februari 2020 11:08
Jakarta: Badan Pengawas Tenaga Nukir (Bapeten) melaporkan kenaikan radioaktif di Perum Batan Indah, Tangerang Selatan, akhir Januari 2020. Penelusuran menemukan radioaktif berasal dari limbah.
 
Penemuan ini bermula dari kegiatan rutin pengujian tingkat radioaktif di Pamulang, Perum Puspiptek, Kampus ITI, Daerah Muncul, Perum Batan Indah, dan Pasar Serpong. Pengujian menggunakan alat RDMS-MONA.
 
Hasil pengujian ditemukan peningkatan radioaktif cukup tinggi di taman RW 04 Perum Batan Indah, Setu, Tangerang Selatan. Sementara lokasi lain pada ambang normal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bapeten dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bekerja cepat. Pembatasan dan pengamanan area dilakukan buat menurunkan tingkat radioaktif.
 
Warga Perum Batan Indah sempat geger dengan penemuan kenaikan radioaktif di wilayah mereka. Sejumlah pemilik warung makan dan kelontong di sekitar lokasi terpapar memilih menutup warung mereka.
 
Warga khawatir dengan kesehatan mereka. Namun, pihak Batan dan pemerintah daerah terus memberikan informasi dan menenangkan warga.

Gara-gara Limbah Nuklir
Pemilik warung menutup warung makanan dan toko kelontong. Foto: Metro TV

Radioaktif Berasal dari Limbah

Bapeten memastikan radioaktif berupa serpihan Cesium 137. Radioaktif berbentuk buliran dengan serpihan kecil lebih besar dari pasir.
 
"Ini limbah atau sampah radioaktif," kata Sekretaris Utama Bapeten, Hendrianto Hadi Tjahyono, di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Sabtu, 15 Februari 2020.
 
Hendrianto menuturkan limbah radioaktif terpapar di material tanah. "Jadi bukan yang bersumber dari jarum, atau tabung," tutur dia.
 
Dia menjelaskan meski berbentuk limbah atau sampah, paparan dari radiasi tersebut memiliki dampak buruk. Bapeten bersama sejumlah instansi terkait terus membersihkan (clean up) area terpapar.
 
Bapeten juga terus melakukan investigasi dan penelitian."Aturannya sampah radioaktif itu harus dikelola. Jadi kita bukan investigasi sumbernya, tapi limbahnya itu dari mana," tutur Hendrianto.

Dekontaminasi Radiasi

Batan memutuskan melaksanakan dekontaminasi dengan pengerukan tanah sampai penebangan pohon di area temuan dengan radiasi kurang lebih 10 meter. Ini dilakukan lantaran paparan masih tinggi.
 
Batan mengambil tanah terpapar radiasi sedalam 10 sentimeter dari permukaan. Vegetasi dan tanah dimasukkan ke dalam drum berkapasitas 100 liter.
 
Sebanyak 87 drum dievakuasi dan dibawa ke Pusat Teknologi Keselamatan dan Meteorologi Radiasi (PTKMR) Batan, Lebak Bulus, Pasar Jumat, Jakarta Selatan, hingga Senin, 17 Februari 2020. Vegetasi dan tanah terpapar radioaktif itu diteliti.
 
Gara-gara Limbah Nuklir

Dekontaminasi dilakukan dengan mengambil tanah dan tanaman yang terpapar radioaktif. Foto: Antara/Muhammad Iqbal

Paparan Radiasi Menurun

Kepala Biro Hukum Humas dan Kerja Sama Batan, Heru Umbara, memastikan terjadinya penurunan paparan radiasi setelah pembersihan. Penurunan tercatat 30 persen dari 149 mikro sivet per jam.

"Pengecekan terkahir kami lakukan pada Sabtu dini hari (15 Februari 2020) 98,9 mikrosivet per jam. Proses clean up ini akan terus dilanjutkan sampai area tersebut benar-benar bersih dan tidak membahayakan bagi warga dan lingkungan," tutur Heru.
 
Heru menyebut pembersihan diperkirakan berlangsung 20 hari sejak 12 Februari 2020. Pembersihan dibantu Gegana Satuan Kimia Biologi, Radioaktif Polridan Zeni Nuklir Biologi Kimia TNI.

Kesehatan Warga Batan Indah Diperiksa

Sebanyak sembilan warga di kawasan Perumahan Batan Indah, menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui jumlah paparan serpihan limbah radioaktif.

Kepala Biro Hukum Humas dan Kerja Sama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Heru Umbara menerangkan sembilan warga akan menjalani pemeriksaan computed tomography (CT) scan di rumah sakit. Termasuk pemeriksaan suhu tubuh.
 
"Nanti itu ada, seperti apa paparannya. Maka tindakannya seperti apa. Kemungkinan juga (pemeriksaan terhadap hewan unggas yang ada disekitar lokasi terpapar)," terang dia.
 
Keselamatan dan keamanan warga di sekitar lokasi temuan paparan radioaktif dijamin. Batan dan Bapeten juga memastikan kesehatan masyarakat merupakan prioritas utama.
 
"Warga diharapkan melakukan aktivitas seperti biasa saja, asal tidak masuk ke dalam area yang sudah diberi tanda terkontaminasi," kata Heru.
 


 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif