Koordinator Pedagang Puncak, Dadang Sukendar. Foto: Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas
Koordinator Pedagang Puncak, Dadang Sukendar. Foto: Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas

Pedagang di Puncak Keluhkan Rencana Pembongkaran Lapak

Nasional Penataan Kawasan Puncak
Dhaifurrakhman Abas • 08 Februari 2018 23:46
Bogor: Pemerintah Kabupaten Bogor akan mengeksekusi bangunan yang berdiri tanpa izin di ruang milik jalan (RUMIJA) di Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jumat, 9 Februari 2018. Surat pemberitahuan telah diterima warga pada Kamis 8 Februari 2018.
 
"Ya kita sudah terima surat pemberitahuan tadi siang sekitar pukul 11.00 WIB," kata Koordinator Pedagang Puncak, Dadang Sukendar, kepada Medcom.id, di Jalan Raya Puncak, Cisarua Bogor, Kamis 8 Februari 2018.
 
Dadang mengatakan, surat pemberitahuan tersebut dilayangkan kepada warga yang mendirikan lapak untuk berjualan di dua Desa yang rawan longsor. Yaitu, Desa Tugu Utara dan Desa Tugu, Cisarua, Bogor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun kata Dadang, yang diberikan imbauan, khusus kepada warga yang mendirikan lapak dagangan yang tidak memiliki izin usaha dan bangunan. "Tidak semua warga yang diberikan surat. Di atas, tadi ada yang enggak dikasih," ujar dia.
 
Namun menurut Dadang, Pemerintah Kabupaten Bogor terlalu cepat memberikan keputusan itu. Pasalnya, dalam surat tersebut, warga diminta untuk membongkar sendiri lapaknya dalam 24 jam ke depan.
 
Baca:Pemerintah Wacanakan Pembatasan Kendaraan di Puncak
 
Apabila hingga pukul 09.00 WIB pagi warga masih membandel dan tetap mendirikan lapak dagangannya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan mengancam membongkar paksa lapak dagangan warga.
 
"Kita sesalkan itu. Pemerintah terlalu cepat memberikan keputusan tanpa memikirkan bagaimana kita memindahkan barang sisa dagangan. Sedangkan jalan ditutup karena longsor," ujar dia.
 
Sementata seorang pedagang, Asep, tidak mengindahkan surat keputusan tersebut. Ia mengatakan akan terus membuka lapak dagangannya meskipun ada peringatan tegas kepada warga yang membandel.
 
"Sudah beberapa kali begini enggak digusur-gusur," ujar dia.
 
Baca:Puncak Rawan Longsor Sejak Zaman Dulu
 
Pantauan Medcom.id, beberapa warga terlihat telah membongkar sendiri lapak dagangannya sejak pagi tadi. Warga pun terlihat masih sibuk membongkar lapaknya hingga malam hari.Terlihat juga beberapa lapak dagangan yang masih buka, meskipun jumlahnya semakin sedikit.
 
Sementara Jalan Raya Puncak yang menuju arah Jakarta maupun Cipanas masih ditutup untuk kendaraan roda empat. Kendaraan roda empat yang mengarah dari Jakarta menuju Puncak hanya dapat mengakses jalan hingga pertigaan Taman Safari, Bogor.
 
Sementara itu, dalam surat pemberitahuan termaktub tiga substansi yang menjadi dasar Pemerintah kabupaten Bogor bertindak tegas kepada warga yang berdagang di RUMIJA di jalan Raya Puncak. Pertama surat itu dilayangkan berlandas aturan Permendagri nomor 54 tahun 2011 tentang standar operasional prosedur (SOP) Satpol PP.
 
Kemudian, Peraturan Daerah Kabupaten Bogor nomor 4 tahun 2015 tentang ketertiban umum. Surat tersebut juga dilayangkan berdasarkan hasil tinjauan lapangan di bencana alam (longsor) yang menyangkut keamanan jiwa.
 

 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif