Dasi Triawan Munaf Melayang Saat Membuka WCCE
Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf (kiri), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (tengah) dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (kanan) di Pembukaan WCCE 2018 - Medcom.id/Wanjdi Yusuf.
Nusa Dua: Kejutan dipertontonkan saat pembukaan Konferensi Dunia tentang Ekonomi Kreatif (WCCE) 2018 di Nusa Dua, Bali, Rabu, 7 November 2018. Sambutan yang biasanya monoton dan dilakukan seorang diri, kali ini ditampilkan secara interaktif. 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf bersahutan saat memberi sambutan. Satu sama lain saling menimpali soal betapa berpotensinya ekonomi kreatif dalam menumbuhkan perekonomian Indonesia.

"Perkembangan teknologi amat pesat belakangan ini. Ekonomi kreatif adalah sektor yang dinamis, harus bisa terus beradaptasi," kata Triawan memulai sambutan.


Triawan menyebut ekonomi kreatif berperan penting dalam perekonomian nasional. Sektor ini mampu menyumbang pendapatan domestik bruto (PDB) hingga Rp922 triliun pada 2016. Angka tersebut naik sekitar 10 persen saban tahunnya. Tahun ini PDB dari ekonomi kreatif diprediksi melebihi Rp1.000 triliun.

Gema suara Triawan belum putus, Retno Marsudi langsung menimpali. Menurutnya, ada tiga hal penting dalam menumbuhkembangkan ekonomi kreatif. "Pertama, kerja sama; kedua, kerja sama; dan ketiga kerja sama," kata Retno yang langsung disambut tepuk tangan.

Tulang punggung ekonomi kreatif, lanjut dia, adalah kerja sama. "Prinsipnya, tak boleh ada seorang pun yang tertinggal. Ekonomi kreatif pantang eksklusif. Harus open up dan memberi peluang kepada semua orang," lanjutnya.

Ia yakin ekonomi kreatif akan terus beradaptasi dan selalu relevan dengan kebutuhan zaman. Untuk itu, ia meminta pelaku ekonomi kreatif di Indonesia bisa mengombinasikan antara logika dan teknologi. Keduanya harus di dalam satu wadah bernama inovasi.

"Ekonomi kreatif harus memberdayakan dan memberi kesejahteraan," ujarnya.

(Baca juga: Hantu pun Jadi Agen Ekonomi Kreatif)

Layaknya main tenis meja, Triawan kembali menimpali. "Ada sekitar 17 juta orang Indonesia yang hidup dari ekonomi kreatif. Dan sebagian besar adalah perempuan," kata dia.

Menurutnya, penggerak utama ekonomi kreatif adalah pemuda. "Untuk itu, mulai dari sekarang segera lepaskan dasi kalian." Triawan lantas menarik sendiri dasinya.

Belum sempat keriuhan peserta mereda, Triawan lanjut melepas jasnya. Hanya tersisa kemeja putih polos. "Dan jangan lupa, gulung lengan baju kalian," katanya penuh semangat.

Puncaknya, ia mengundang tiga orang musisi untuk naik ke atas panggung. Dua di antaranya adalah Andi Rif dan Dewa Budjana. Musik mengentak dan mereka bersama-sama menyanyikan lagu We Will Rock You gubahan band Inggris, Queen. Tak ketinggalan, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara turut berjingkrak di atas panggung. 

WCCE 2018 merupakan konferensi internasional pertama yang membahas mengenai ekonomi kreatif. Sebanyak dua ribu peserta akan hadir mulai dari pemain ekonomi kreatif, regulator, akademisi, dan masyarakat sipil. Ada empat isu utama yang akan dibahas, antara lain kohesi sosial, regulasi, pemasaran, serta ekosistem dan pembiayaan industri kreatif.

Konferensi ini akan menghasilkan semacam Deklarasi Bali yang nantinya diusulkan ke Sidang Umum PBB tahun depan. Harapannya, deklarasi ini semakin menguatkan ekosistem dan mendukung perkembangan ekonomi kreatif dunia, mengingat saat ini telah memasuki era industri 4.0.

(Baca juga: 17 Ribu Imajinasi dalam 12 Kapsul)
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id