17 Ribu Imajinasi dalam 12 Kapsul
Kapsul Imajinasi di WCCE/Medcom.id/Wandi Yusuf
Nusa Dua: Sebanyak 12 polong atau kapsul tersebar di area penyelenggaraan Konferensi Dunia tentang Ekonomi Kreatif (WCCE) 2018 di Nusa Dua, Bali. Kapsul-kapsul ini diberi nama beberapa pulau di Indonesia dan tampil mencolok begitu memasuki arena WCCE.

Bukan sembarang kapsul, selusin polong itu merepresentasikan betapa liar cakupan imajinasi masyarakat Indonesia. Polong ini adalah bagian dari sudut Creativillage yang khusus disediakan panitia untuk memperkenalkan ekonomi kreatif di Indonesia.



Kapsul-kapsul seukuran lapak PKL ini memperkenalkan dan mengampanyekan slogan '17.000 Kepulauan Imajinasi'. Slogan ini terus digaungkan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk menggambarkan betapa melimpahnya sumber kreativitas nusantara. Setara dengan jumlah pulau yang dimiliki Indonesia.

“Jumlah 17.000 pulau kami adopsi untuk menggambarkan betapa besar potensi imajinasi di sekitar kita dalam menciptakan kreativitas. Banyak ide yang akan muncul dari berbagai pulau. Dan itu tidak akan pernah habis," kata Direktur Hubungan Antar Lembaga Internasional, Bekraf, K Candra Negara, Rabu, 7 November 2018.

Baca: Triawan: Kolaborasi Kunci Keberhasilan Ekonomi Kreatif

Menurutnya, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi ekonomi kreatif besar yang melimpah dengan beragam budaya dari daerah masing-masing. Kapsul diisi dengan berbagai program yang telah dilaksanakan oleh Bekraf.

Di antaranya Hello Dangdut, Kreatifood, Akatara, Docs oleh The Sea, Archipelageek, Bekraf Developer Day, Bekraf Game Prime, hingga Inovatif dan Kreatif Melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON). "Program-program ini menunjukkan upaya Indonesia untuk mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif nusantara," kata Candra.

Kotak ajaib

Masih di arena Creativilage, panitia juga menghadirkan stan Bekraf’s Digital Pavilion atau sebut saja dengan istilah 'kotak ajaib'. Ya, karena kotak ini akan membawa Anda bernostalgia ke masa lalu. Hanya dengan memasangkan headphone, pengunjung dapat langsung menikmati musik-musik lawas.



Kotak mirip anjungan tunai mandiri (ATM) ini juga menyediakan film-film pendek berdurasi enam menit dengan tema kritik sosial. Paviliun digital adalah program kerja sama antara Bekraf dengan Nusantara Music Rhythm dan Minikino. Keduanya adalah kurator yang konsisten mengangkat lagu dan film pendek nasional. Ribuan lagu keluaran tahun 40-an hingga 80-an disediakan kotak ajaib ini.

Baca: Menghidupkan Inklusi Ekonomi Kreatif di Bali

WCCE 2018 merupakan konferensi internasional pertama yang membahas mengenai ekonomi kreatif. Sebanyak dua ribu peserta akan hadir mulai dari pemain ekonomi kreatif, regulator, akademisi, dan masyarakat sipil. Ada empat isu utama yang akan dibahas, antara lain kohesi sosial, regulasi, pemasaran, serta ekosistem dan pembiayaan industri kreatif.

Konferensi ini akan menghasilkan Deklarasi Bali yang nantinya diusulkan ke Sidang Umum PBB tahun depan. Harapannya, deklarasi ini semakin menguatkan ekosistem dan mendukung perkembangan ekonomi kreatif dunia, mengingat saat ini telah memasuki era industri 4.0.





(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id