Dermaga Marina Siap Jadi Pelabuhan Pariwisata Internasional

Anggi Tondi Martaon 26 April 2018 15:20 WIB
pembangunan jaya ancol
Dermaga Marina Siap Jadi Pelabuhan Pariwisata Internasional
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk bersama Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat menjalin nota kesepahaman (MoU) dalam Peresmian Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Dermaga Marina (Foto:Anggi Tondi Martaon)
Jakarta: Dermaga Marina diproyeksikan menjadi pelabuhan wisata bertaraf internasional. Untuk mewujudkannya, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk bersama Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat menjalin nota kesepahaman (MoU) dalam Peresmian Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Dermaga Marina. 

Kerja sama itu dijalin guna memperluas wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat dan mendukung efektivitas pengawasan lalu lintas masuk dan keluar orang asing di wilayah Indonesia.

Kesepakatan kerja sama ditandatangani oleh Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, C. Paul Tehusijarana dan Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Abdul Rachman, disaksikan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Yasonna Laoly, serta Dirjend Imigrasi Ronny Franky Sompie.


Hadir juga Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah, perwakilan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan tamu undangan dari berbagai instasi lainnya.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, C. Paul Tehusijarana mengatakan, kehadiran TPI merupakan bentuk sinergi untuk membantu pemerintah menjalankan program, khususnya pengawasan lalu lintas pendatang dari luar negeri.

"Sekaligus mendukung tugas dan fungsi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat," kata Paul saat memberikan kata sambutan dalam penandatanganan nota kesepahaman di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu, 25 April 2018.

Pria yang menahkodai salah satu kawasan wisata bagian utara Jakarta semenjak 2016 itu menyebutkan, kerja sama pengadaan TPI merupakan bentuk kesiapan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menjadikan Dermaga Marina sebagai pelabuhan di destinasi wisata yang berstandar Internasional.

"Dermaga Marina selanjutnya akan kami revitalisasi agar dapat menjadi pelabuhan internasional sebagai tempat bersandar kapal pesiar di Jakarta. Langkah awalnya kita mulai dengan Tempat Pemeriksaan Imigrasi,” ujar dia.

Dalam keterangan pers yang diterima, Dermaga Marina Ancol saat ini memiliki 22 dermaga. Pada umumnya, dermaga tersebut diperuntukkan sebagai lalu lintas penyeberangan wisatawan yang ingin berwisata di Kepulauan Seribu.

Di sana juga banyak pilihan perusahaan travel yang dapat membantu wisatawan mencapai tujuan, baik itu resort seperti Pulau Bidadari maupun pulau penduduk seperti Pulau Pramuka.

Selain itu Dermaga Marina Ancol juga melayani parkir kapal bagi perusahaan, instansi pemerintahan, maupun perorangan.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM RI Yassona Laoly mengapresiasi langkah PT Pembangunan Jaya Ancol. Menurutnya, hal itu merupakan perwujudan semangat pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan pendatang.

"Diharapkan tamu-tamu asing di Indonesia dapat kita layani dengan baik," kata Yassona.


(Foto:Anggi Tondi Martaon)

Setelah penandatanganan kesepakatan, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, C. Paul Tehusijarana bersama Menteri Yassona Laoly beserta tamu undangan lain mengunjungi kantor TPI di Dermaga Marina. Di sana, Yassona melakukan seremoni pengguntingan pita, dan melihat kondisi fisik Kantor TPI.

Pantauan medcom.id/Medcom.id, kantor TPI berada tepat di depan Dermaga 16 Pelabuhan Marina, dan bangunan penjualan tiket kapal penyebrangan. Dengan begitu, para wisatawan mancanegara akan lebih mudah melakukan pemeriksaan dokumen.

Setelah diresmikan, Paul menyebutkan bahwa pihaknya akan menyesuaikan infrastruktur pendukung agar pengunjung asing nyaman berada di Ancol, yaitu dengan membagi dermaga menjadi dua kelas, pelayaran berpenumpang lokal dan asing.

"Ini juga (sambil menunjuk salah satu bangunan yang dijadikan perkantoran perusahaan kapal penyebrangan dan kafe) akan kita benahi biar pengunjung semakin nyaman," ucapnya.

Sementara itu, untuk fasilitas hiburan di kawasan Ancol tidak akan banyak perubahan. Pihaknya hanya melakukan sedikit penyesuaian yang dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan wisman selama di Ancol.

"Sekarang kita lagi bereskan. Umumnya yang naik kapal pesiar ini relatif agak berumur. Mereka tidak ke Dufan, kita bisa arahkan ke Sea World atau restoran," ujarnya.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id