Komodo. MI/Palce
Komodo. MI/Palce

Pemerintah Hadirkan Pariwisata Terbaik di Taman Nasional Komodo

Nasional komodo Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Konvergensi MGN Taman Nasional Komodo
Kautsar Widya Prabowo • 09 November 2020 17:07
Jakarta: Pembangunan sarana dan prasrana (sarpras) di Loh Buaya, Pulau Rinca kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dipastikan bakal melahirkan pariwisata terbaik berskala internasional. Pariwisata tersebut akan berdiri di atas tanah seluas 1,3 hektare.
 
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno mengatakan salah satu pembangunan yang akan menarik perhatiaan wisatawan, ialah elevated deck (ED). Fasilitas tersebut berfungsi agar pergerakan komodo dan satwa liar lainnya tidak terganggu oleh lintasan wisatawan.
 
"(ED) Ini akan mengatur kontak langsung antara pengunjung dengan komodo. Karena komodo dia diam itu bisa menyergap kita dalam jarak satu atau tiga meter, dan kita bisa dikejar," ujar Wiratno kepada Medcom.id, Senin, 9 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, bangunan setinggi dua meter itu juga berfungsi sebagai jalan akses yang menghubungkan Dermaga Loh Buaya, pusat informasi, serta penginapan untuk ranger dan peneliti.
 
Selain itu, di pusat informasi wisatawan dapat menikmati sejarah alam NTT. Terutama terkait kehidupan komodo, misalnya habitat, perilaku, musim kawin, kemampuan berburu, dan bertahan hidup. Termasuk sejarah dan budaya masyarakat yang tinggal di area Taman Nasional Komodo.
 
Baca: Pemerintah Jamin Kelestarian Komodo di Tengah Pembangunan Sarpras
 
Wisatawan juga dapat menjumpai beragam cindera mata hasil karya masyarakat setempat. Seperti miniatur komodo, gantungan kunci, dan lain sebagainya.

Pembangunan Sarpras Sesuai Kaidah Konservasi

Wiratno memastikan pembangunan sarpras mematuhi kaidah konservasi sebagai peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan. Proyek tersebut telah mengantongi izin lingkungan yang diterbitkan pada 4 September 2020 dan sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 16 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.
 
"Penataan sarana dan prasarana wisata di Loh Buaya ini di Pulau Rinca, Komodo tetap patuhi kaidah-kaidah konservasi," ujar dia.
 
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan pada 31 Oktober 2020, proses pembangunan telah mencapai 35 persen. Saat ini tengah memasuki tahap pembongkaran bangunan eksiting, pembuangan puing, dan pemasangan tiang pancang.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif