Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Berita Nasional Terpopuler, Kasus Brigadir J hingga Hari Kucing Sedunia

Arga sumantri • 09 Agustus 2022 06:19
Jakarta: Pengacara Muhammad Boerhanuddin berharap Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengabulkan permohonan justice collaborator (JC) Bhayangkara Dua (Bharada) Richard Eliezer Puding Lumiu (E). Permohonan JC diajukan, Senin siang, 8 Agustus 2022.
 
Informasi ini jadi salah satu berita populer di kanal Nasional Medcom.id pada Senin, 8 Agustus 2022. Kasus kematian Brigadir J memang mengundang perhatian publik.
 
"Iya benar (berharap diterima JC), ini masyarakat mau transparan, Presiden (Joko Widodo) juga perintahkan apa adanya buka ini, sementara orang mau buka ini enggak dilindungi, gimana itu," kata Boerhanuddin saat dikonfirmasi, Senin, 8 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Boerhanuddin belum dapat memastikan permohonan JC diterima atau tidak oleh LPSK. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada institusi LPSK.

Baca selengkapnya di sini

Informasi lainnya, soal Hari Kucing Sedunia atau International Cat Day yang jatuh pada 8 Agustus 2022. Ini dirayakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kucing serta belajar cara menolong dan menyelamatkan anabul.
 
Namun, tahukah Anda tentang apa yang menginisiasi dan kapan Hari Kucing Sedunia ini dimulai? Berikut sejarahnya:

Sejarah awal Hari Kucing Sedunia

Dilansir dari firstpost.com, Hari Kucing Sedunia diinisiasi International Fund for Animal Welfare (IFAW) pada 2002 untuk menghormati dan menghargai kucing sebagai hewan peliharaan.
 
International Fund for Animal Welfare (IFAW) adalah salah satu yayasan kesejahteraan dan konservasi hewan terbesar di dunia. Organisasi ini bekerja untuk menyelamatkan hewan per hewan, melindungi populasi, melestarikan habitat, dan mengadvokasi perlindungan hewan yang lebih luas.

Baca selengkapnya di sini

Berita lainnya soal penanganan kasus Brigadir J di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyebut pihaknya akan mengubah pola pengumuman pengusutan insiden penembakan di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Pengubahan dilakukan karena adanya pengusutan dugaan pelecehan seksual yang menimpa istri Sambo, Putri Candrawathi.
 
"Memang jika dibutuhkan karena kebutuhan-kebutuhan sesuai Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), model pengumumannya kapan diambil keterangan dan lain sebagainya bisa setelah peristiwa terjadi," kata Choirul Anam di Kantor Komnas HAM, Jakarta Selatan, Senin, 8 Agustus 2022.
 
Anam mengatakan pengubahan ini dilakukan atas kepentingan proses penanganan laporan. Hak Putri sebagai korban berdasarkan Undang-Undang TPKS harus dihormati.

Baca selengkapnya di sini


 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif