Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang PS Brodjonegoro. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang PS Brodjonegoro. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

Menristek Dorong Batan Siapkan Teknologi PLTN

Nasional nuklir ketahanan energi
Intan Yunelia • 07 November 2019 07:33
Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang PS Brodjonegoro, memastikan opsi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) tetap disiapkan buat mengantisipasi melonjaknya kebutuhan listrik masa depan. Namun, PLTN masih menjadi opsi terakhir menghasilkan energi listrik.
 
"Kita harus mengeksplorasi semua yang bisa dikembangkan di Indonesia. Itu poin kenapa PLTN itu paling tidak, tidak hilang dari opsi," kata Bambang dikutip dari Antara, Kamis, 7 November 2019.
 
Bambang mengatakan Indonesia mempunyai SDM buat pembangunan PLTN dan melakukan eksperimen di reaktor nuklir yang sudah ada. Meski, pengembangan PLTN belum dilakukan, namun opsi PLTN buat sumber energi listrik harus direspons dengan penyiapan skema pembangunan yang aman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita harus mengantisipasi ketika permintaan listrik naik dan konsumsi listrik per kapita di Indonesia juga naik seiring dengan kemajuan ekonomi Indonesia maka kita harus mengantisipasi apabila fossil fuel (bahan bakar fosil) itu tidak lagi menjadi bagian dari energi mix, jadi harus ada pengganti yang reliable dari batu bara," ujar Bambang.
 
Ia mendorong Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) mulai menyiapkan teknologi itu.
Dia juga ingin Batan memastikan operasi PLTN bisa berlangsung aman dan baik buat konsumsi maupun saat pengoperasian.
 
Bambang menyebut buat mengantisipasi kebutuhan listrik ke depan Indonesia harus siap dengan substansi energi seperti tenaga surya, air, angin dan mengeksplorasi energi baru seperti nuklir. "Kalaupun kita belum mau mengembangkan sekarang, jangan tinggalkan sama sekali, jangan role out dari possibility," jelas Bambang.
 
Dia menuturkan Indonesia sedang berupaya mengomersialisasikan motor listrik dan mengembangkan mobil listrik. Maka, perlu dipikirkan kebutuhan listrik mendatang buat kendaraan dan keperluan kehidupan sehari-hari seperti listrik buat pencahayaan dan peralatan dapur bertenaga listrik.
 
"Kita harus bangun pembangkit listrik tenaga nuklir dan kita bangun jauh di lokasi dari gempa yaitu di Kalimantan karena resiko gempanya kecil sekali," tutur Bambang.
 
Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) di bidang nuklir yang berkualitas seperti di Batan serta reaktor nuklir. Reaktor nuklir di Bandung merupakan yang pertama di Asia Tenggara, dan reaktor nuklir paling baru ada di Serpong yang memiliki kapasitas lebih besar dari reaktor nuklir di Australia.
 
Bambang mengatakan awalnya Korea belajar nuklir di reaktor nuklir Indonesia di
Bandung, dan sekarang sebagian besar listrik di Korea dipasok dari PLTN. Dia mengatakan Kalimantan Barat saat ini masih mengimpor listrik dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Bakun di Serawak, Malaysia.
 
Potensi air di Kalimantan Barat memang kurang, tapi Kalimantan Barat kaya akan uranium yang menjadi bahan bakar reaktor nuklir. Indonesia juga punya torium di Bangka Belitung yang bisa digunakan sebagai bahan bakar dalam reaktor nuklir. "Kita punya sumber tinggal bagaimana kita memanfaatkannya," tutur dia.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif