Tangkapan layar Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi saat menyampaikan keterangan pers virtual yang diikuti dari Aplikasi Zoom di Jakarta, Kamis (5/4/2022). (ANTARA/Andi Firdaus).
Tangkapan layar Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi saat menyampaikan keterangan pers virtual yang diikuti dari Aplikasi Zoom di Jakarta, Kamis (5/4/2022). (ANTARA/Andi Firdaus).

Kemenkes Beberkan Kondisi 3 Pasien Hepatitis Akut: Stadium Lanjut dan Negatif Covid-19

Nasional penyakit aneh penyakit menular kesehatan anak kemenkes vaksin vaksin covid-19 Hepatitis Akut
Sri Yanti Nainggolan • 05 Mei 2022 13:06
Jakarta: Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Siti Nadia Tarmizi membeberkan kondisi tiga pasien hepatitis akut yang meninggal dunia. Satu pasien anak di Jakarta belum menerima vaksin covid-19 maupun hepatitis.
 
"Investigasi kontak terhadap tiga kasus ini yang kita ketahui pasien tiba di rumah sakit sudah dalam kondisi stadium lanjut. Hanya memberikan waktu sedikit rumah sakit berikan tindakan pertolongan," kata Siti Nadia Tarmizi dilansir dari Antara, Kamis, 5 Mei 2022. 
 
Lebih detail, ia mengatakan satu pasien berusia 2 tahun belum memperoleh vaksinasi covid-19 dan hepatitis A-E. Sedangkan pasien yang berusia 8 tahun sudah memperoleh vaksinasi covid-19 dosis pertama dan pasien lainnya berusia 11 tahun telah memperoleh vaksinasi lengkap dua dosis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketiga pasien dilaporkan negatif covid-19 berdasarkan pemeriksaan medis di rumah sakit. 
 
Baca: Catat! Ini Gejala Hepatitis Akut pada Anak
 

Kemenkes investigasi kasus hepatitis akut di Jakarta

Kemenkes dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta telah melakukan investigasi kontak untuk mengetahui faktor risiko yang ada pada pasien anak yang meninggal karena hepatitis akut. 
 
"Dari data yang ada, satu kasus pernah memiliki penyakit lainnya sebelum pasien didiagnosa diduga mengalami hepatitis akut ini," kata Nadia. 
 
Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI itu mengatakan Kemenkes belum menggolongkan kejadian itu sebagai kasus hepatitis akut berat. Pasalnya, masih ada fase lanjutan investigasi berupa pemeriksaan laboratorium, terutama pemeriksaan Adenovirus dan Hepatitis E yang membutuhkan waktu 10-14 hari kedepan.
 
"Kami belum golongkan dalam hepatitis akut bergejala berat, tetapi baru masuk pada kriteria pending klasifikasi karena masih ada pemeriksaan laboratorium," beber Nadia. 
 
Baca: WHO Catat 288 Kasus Hepatitis Akut
 
Nadia mengungkapkan tidak ditemukan riwayat penyakit bawaan hepatitis dari keluarga pada ketiga pasien. "Dari ketiga anak tersebut tidak ada yang memiliki riwayat dengan gejala penyakit yang sama," tuturnya. 
 

Keluhan pasien hepatitis akut di Indonesia

Nadia menyatakan keluhan utama yang dialami pasien sebelum di bawa ke rumah sakit berasal dari saluran cerna. Yakni mual, muntah dan diare yang hebat.
 
Ketiga pasien anak itu dilaporkan meninggal di RSUPN Dr Ciptomangunkusumo Jakarta dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua pekan terakhir hingga 30 April 2022. Ketiga pasien ini merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.
 
(SYN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif