Streetwear Indonesia Menuju Pasar Dunia

Anggi Tondi Martaon 16 November 2018 17:12 WIB
bekraf
<i>Streetwear</i> Indonesia Menuju Pasar Dunia
Salah satu ciri khas produk Monstore adalah menekankan pada art atau disebut wearable art (Foto:Dok.Metro TV)
Jakarta: Fesyen Indonesia mencoba peruntungan menuju pasar global. Saat ini, ada beberapa brand yang sudah dijual di beberapa negara. Salah satunya, Monstore.

CO Founder and Managing Director Monstore Nick Yudha mengatakan, salah satu ciri khas produk Monstore adalah menekankan pada art atau biasa disebut wearable art. Ciri khas tersebut membuat konsumen dapat mengenali produk Monstore.

"Kita ingin saat Monstore dipakai, ini langsung mengena. 'Ih, ini gue banget.' Inspirasi bisa datang dari mana saja. Bisa dari manusia, musik, dan berbagai sifat manusia," kata Nick pada program Kini Indonesia Metro TV, Selasa, 13 November 2018.


Seni tersebut kemudian disajikan ke dalam bentuk gambar atau kalimat. Kedua jenis motif tersebut disukai oleh masyarakat.

"Ada publik yang suka dengan quote, makanya sampai saat ini selalu kita rilis. Ada juga publik yang suka dengan art dan simple. Selalu kita keluarin satu per satu," ucapnya.

 

Pada awalnya Monstore menjadikan t-shirt sebagai produk andalan. Seiring perjalanan waktu, brand yang didirikan pada 2009 itu mulai menjual berbagai produk selain t-shirt.

"Sekarang kita juga ada outwear, jaket, kemeja, sandal. Cukup bervariasi," kata CO Founder Monstore and Marketing Director Agatha Carolina.

Selain mempertahankan ciri khas, yaitu wearable art, salah satu kunci Monstore tetap eksis di pasar fesyen Indonesia adalah strategi marketing. Selain mengandalkan online, Monstore juga mengedepankan promosi fisik melalui toko.

"Untuk toko, kita merasa itu harus tetap ada. Karena orang merasakan pengalaman menggunakan brand tanpa harus menjelaskan secara visual. Jadi orang bisa datang sendiri, merasakan sendiri," ucap perempuan yang akrab disapa Olin itu.

Monstore aktif mengikuti berbagai pameran di dalam dan luar negeri. Cara ini sangat membantu memasarkan produk Monstore ke pasar dunia. Khusus untuk pameran, Olin menyebut pihaknya sangat dibantu Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Lembaga yang dikepalai Triawan Munaf itu sedang gencar mengajak pelaku industri kreatif Indonesia memamerkan produk pada berbagai event internasional.

 

Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Simanjuntak mengatakan, pihaknya telah membawa Monstore dan beberapa brand lokal lainnya tampil pada Agenda Show, Long Beach, California, Amerika Serikat pada 28-30 Juni 2018. 

Dia menilai, produk streetwear Indonesia memiliki kualitas yang tinggi dan pantas mengikuti ajang kelas dunia.

"Itu pun tidak berangkat saja, kita lakukan open call. Ada puluhan bahkan ratusan brand. Dari situ kemudian kita pilih mana yang siap, mulai dari desain, kualitas dan bisnis untuk masuk ke pasar global," kata Joshua.

Bekraf juga sedang merancang sebuah program standar internasional untuk mempromosikan produk kreatif Indonesia. DIharapkan, Indonesia bisa menjadi pusat streetwear ASEAN dan Asia Pasifik.

Saat ditanya bentuk programnya, Joshua menyebutkan hampir serupa dengan pameran Agenda Show di Long Beach, California. Namun, kegiatan tersebut masih dalam tahap perencanaan.

"Untuk mempersiapkan sesuatu yang berkualitas memang membutuhkan waktu. Kalau kita belajar dari Agenda Show di Long Beach, LA, kita akan ajak skateboard, akustik, belum lagi motorcycle culture, surfer. Banyak. Kita akan merangkul semua komunitas itu untuk membuat sebuah event yang memang benar-benar signifikan dan tumbuh ke depannya," ujar dia.



(ROS)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id