Mengharumkan Indonesia Melalui Film

Anggi Tondi Martaon 21 November 2018 17:52 WIB
bekraf
Mengharumkan Indonesia Melalui Film
Film Marlina Si Pembunuh Dalam 4 Babak mendapatkan 15 nominasi dalam Festival Film Indonesia 2018 (Foto:Metro TV)
Jakarta: Film Indonesia mulai mencuri perhatian dunia. Hal itu dibuktikan melalui berbagai prestasi yang dicapai sineas lokal pada berbagai festival film internasional.

Salah satunya, film pendek berjudul Kado. Film yang disutradarai Adhitya Ahmad itu berhasil meraih penghargaan sebagai film pendek terbaik kategori Orizzonti dari Venice International Film Festival 2018.

Adhitya menganggap, penghargaan tersebut merupakan buah manis dari proses panjang pembuatan film rumah produksi Miles Film tersebut. Selain pembuatannya memakan waktu hingga satu tahun, film pendek Kado juga pernah ditolak berbagai festival.


"Kita sempat submit di beberapa festival yang eksposure lebih besar. Itu yang mau kita dapat dulu, tapi enggak dapat. Akhirnya didaftarkan ke Venice dan diterima. Berangkat dan pulang bawa kado lagi," kata Adhit pada program Metro TV, Kini Indonesia, Rabu, 20 November 2018.

Saat ditanya di mana penonton umum bisa menyaksikan karyanya, Adhit menyebutkan belum bisa. Sebab, masih dalam proses rangkaian festival. "Karena saat ini film kita masih di dalam sirkuit. Paling dekat bisa disaksikan pada Jogja Night Festival," ujar dia.

Tidak hanya Kado, salah satu film produk lokal lain yang patut diperhitungkan adalah Marlina Si Pembunuh Dalam 4 Babak. Film yang disutradarai Mouly Surya itu berhasil mendapatkan 15 nominasi dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2018. 

Film yang dibintangi Marsha Timothy itu juga meraih lima penghargaan pada festival film internasional. Terbaru, Marlina berjuang masuk sebagai nominasi Film Berbahasa Asing Oscar 2019. 

 

Sutradara Marlina Si Pembunuh Dalam 4 Babak, Mouly Surya, mengatakan menjadi nominasi pada ajang Oscar tidak mudah. Film harus melalui proses penilaian dari para juri yang dipilih khusus.

"Memang ada komite khusus memilih film. Setiap tahun, Indonesia mengirim film di Oscar," kata Mouly. Saat ini Mouly dan tim tengah berusaha mempromosikan filmnya di Los Angels (LA), Amerika Serikat.

Kampanye dianggap sebagai cara jitu. Diharapkan, melalui upaya promosi itu para dewan juri melirik Marlina Si Pembunuh Dalam 4 Babak sebagai salah satu nominasi Oscar 2019.

"Ada banyak pihak mendukung kita. Salah satunya, Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif), mendukung kita untuk kampanye di LA," ucapnya.

 

Kepala Bekraf Triawan Munaf menegaskan, akan terus mendukung karya sineas Indonesia agar bisa dilirik dunia. "Sudah ada, tapi belum banyak. Kenapa? Karena tentunya tidak lain adalah masalah anggaran," kata Triawan.

Bekraf akan selalu mendukung perkembangan film Indonesia. Diharapkan, dengan berbagai prestasi yang diraih sineas Indonesia menjadi pemacu bagi pemerintah untuk memberikan dukungan terbaik.

" Dukungan Bekraf akan semakin maksimal bila anggaran Bekraf pun bertambah. Kita berharap ke depan, anggaran Bekraf bertambah agar semakin full dalam mendukung subsektor film," ucapnya.

Diharapkan, dukungan yang diberikan Bekraf tidak hanya berdampak baik terhadap sektor ekonomi. Namun, juga dapat mengharumkan nama Indonesia.

"Memang film tidak hanya dari jumlah penonton. Seperti film Marlina, juga memberikan kebanggaan sebagai bangsa bahwa ada film bagus yang tidak mesti ditonton jutaan orang," ujar dia.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id