Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo/Medcom.id/Theo.
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo/Medcom.id/Theo.

Demo UU Ciptaker Tambah Beban Tenaga Kesehatan

Nasional Virus Korona Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Theofilus Ifan Sucipto • 12 Oktober 2020 16:43
Jakarta: Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menyayangkan demonstrasi Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Sebab, kerumunan berpotensi menjadi biang penularan virus korona (covid-19).
 
"Tindakan mereka menambah beban berat yang sudah dipikul para dokter dan petugas kesehatan,” tegas Doni dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Senin, 12 Oktober 2020.
 
Baca:30 Demonstran Tolak UU Ciptaker Jalani Isolasi di Wisma Pademangan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Doni menilai tindakan tersebut membahayakan diri sendiri serta keluarga demonstran. Apalagi, jika ada anggota keluarga yang memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan ginjal.
 
“Saya bukan hanya prihatin, tetapi sangat prihatin melihat anggota masyarakat yang secara sengaja menciptakan kerumunan,” kata Doni.
 
Doni mengingatkan penularan virus korona terjadi antarmanusia. Penularan itu berbeda dengan flu babi dan flu burung yang berasal dari hewan.
 
"Sayangilah diri kita dan juga keluarga tercinta kita," tutur dia.
 
Sementara itu, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, mengimbau masyarakat menyampaikan aspirasi secara bijak. Dia menilai penyampaian melalui dialog dan diskusi lebih efektif ketimbang berdemo.
 
"Kalau tidak mau berdiskusi bisa mengajukan uji materi melalui Mahkamah Konstitusi (MK). Banyak saluran yang bisa dipergunakan dan lebih aman di tengah pandemi yang masih berlangsung," kata Airlangga.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu menegaskan UU Ciptaker ditujukan untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Apalagi, ada sekitar 3,5 juta orang yang membutuhkan pekerjaan akibat pandemi covid-19.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif