Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Anies: Masyarakat Bisa Berpartisipasi dalam Sistem e-Budgeting Baru

Nasional kisruh apbd dki
Kautsar Widya Prabowo • 02 November 2019 01:41
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan pembaruan sistem e-budgeting dalam menyusun rancangan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2020 akan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas dan smart sytem. Salah satunya, masyarakat dapat dengan mudah mengakses anggaran tersebut.
 
"Bukan hanya dilihat, tapi publik bisa memberikan komentar langsung di situ. Kalau saat ini publik hanya bisa lihat, tapi tidak bisa memberikan (komentar)," ujar Anies di ruang Balairung, Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat, 1 November 2019.
 
Anies membantah jika pembaruan sistem tersebut dilakukan lantaran muncul kisruh terkait anggaran siluman. Menurut dia, sistem tersebut sudah dibangun sejak setahun yang lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia memastikan, pembaruan sistem e-budgeting siap diluncurkan dan disosialisasikan menyeluruh kepada masyarakat pada Januari 2020. Namun, Anies menekankan sistem tersebut tidak untuk menghilangkan hanya melakukan pembaruan.
 
"Seperti kalau kita miliki aplikasi, aplikasi itu mengalami perkembangan. Jadi ya normal saja. Jadi bukan mengganti. Ini upgrading," jelasnya.
 
Lebih lanjut, mantan Menteri Pendidikan itu mengatakan polemik anggaran siluman beberapa waktu dilatarbelakangi oleh kesalahan manusia. Ia menilai terdapat pegawainya terkesan tidak teratur dalam mengerjakan sistem e-budgeting.
 
Ia memastikan, ketika sistem e-budgeting yang baru telah rampung, tidak ada lagi anggaran siluman. "Sistem nanti bukan hanya faktor ini, termasuk faktor security data, termasuk faktor partisipasi, termasuk faktor semua pengujian informasi," pungkasnya.
 
Sebelumnya, Anies Baswedan mengakui ada keanehan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2020. Penyebabnya, sistem tidak terverifikasi.
 
"Ini ada problem sistem yaitu sistem digital, sistemnya digital tapi tidak smart," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif