Jokowi mencoba menjadi penumpang di pikap Esemka Bima. Setpres
Jokowi mencoba menjadi penumpang di pikap Esemka Bima. Setpres

Mobil Esemka Tak Kebal Ganjil Genap

Nasional sistem ganjil genap Mobil Esemka
Ilham wibowo • 11 September 2019 00:49
Tangerang: Produk mobil Esemka buatan PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) belum mendapat keistimewaan di Provinsi DKI Jakarta. Pasalnya mobil karya anak bangsa ini tetap terkena aturan ganjil genap.
 
Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani, mengatakan pihaknya tidak bsa memberikan perlakuan khusus untuk mobil Esemka. Alasannya, Esemka merupakan mobil jenis combustion engine yakni berbahan bakar minyak dan mengeluarkan emisi gas buang.
 
"Esemka tidak, dia mobil biasa kalau masuk ganjil genap ya kena," kata Yani ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa, 10 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yani mengatakan insentif nonfiskal terkait aturan ganjil genap seyogyanya bisa diberikan oleh pemerintah pusat ke Pemprov DKI Jakarta. Hanya saja, saat ini keleluasaan baru bisa diberikan untuk kendaraan yang sepenuhnya menggunakan energi listrik.
 
"Mobil listrik bebas dong, harus, nanti insentif perlu diberikan, ya minimal kurangi polusi udara karena mobil satunya enggak dipakai," ujarnya.
 
Mobil listrik juga mendapat keleluasaan lahan parkir di Ibu Kota. Selain itu, tarif parkir yang diberikan untuk kendaraan bebas emisi ini juga diusulkan untuk direduksi.
 
"Tapi yang paling penting adalah insentif untuk mobil listrik yang nonfiskal terkait manajemen rekayasa lalulintas misalnya tadi masuk parkiran bayar murah," tuturnya.
 
Sebelumnya, produksi PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Jumat, 6 September 2019. Pabrik dengan nilai investasi sebesar Rp600 miliar tersebut dapat memproduksi mobil mencapai 18 ribu unit per tahun atau 1.500 unit per bulan.
 
Jokowi bahkan meyakini produk mobil Esemka akan laku keras dipasaran. Harga yang ditawarkan kepada konsumen dinilai sangat bersahabat dengan kalangan menengah ke bawah.
 
"Saya lihat harganya kompetitif. Tadi saya tanya harganya Rp95 juta off the road. Feeling saya laku keras," kata Presiden.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif