Ilustrasi OK Oce. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Ilustrasi OK Oce. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Skema Permodalan Tak Matang OK OCE Tamat

Nasional ok oce meratapi ok oce
Theofilus Ifan Sucipto • 29 November 2019 15:29
Jakarta: Kewirausahaan amat bergantung pada modal. Ini pula yang menjadi masalah saat pembentukan One Kecamatan One Center for Entrepreneurship (OK Oce).
 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan wakilnya Sandiaga Uno berambisi menciptakan 200.000 wiraswasta lewat OK OCE. Keduanya menjanjikan pemberian modal.
 
"Salah satu daya tarik OK Oce memang permodalan. Waktu itu kita belum tahu permodalannya bagaimana," kata mantan Ketua Umum OK Oce Faransyah Agung Jaya kepada Medcom.id, Jumat, 29 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Faran menuturkan permodalan OK Oce digodok usai Anies-Sandi menang pada Pilkada 2017. Ada beberapa skenario, pertama finansial teknologi (fintek).
 
Fintek bersedia memberikan modal asal UMKM sudah mendapat pesanan dari pelanggan. Syarat ini dinilai tak praktis lantaran UMKM cuma perlu modal Rp3-5 juta.
 
Akhirnya Faran yang juga penggagas OK Oce berbicara dengan asisten perekonomian DKI. Dalam pembicaraan itu disepakati permodalan melalui Bank DKI.
 
"Karena bisa dibilang duit DKI nabungnya di sana. Bisa enggak permodalan untuk OK Oce, tapi bunganya (dengan skema) Kredit Usaha Rakyat (KUR). Setelah komunikasi, mereka sepakat dana bukan KUR tapi Bank DKI khusus anggota OK Oce," beber dia.
 
Dia menuturkan masalah muncul setelah diputuskan permodalan lewat Bank DKI. Bank tidak mudah mengeluarkan pinjaman.
 
Salah satu syarat yang harus dilakukan ialah BI checking. Idealnya, pemohon memiliki nomor rekening dan masih banyak syarat-syarat administratif. Bank harus benar-benar menjalankan fungsi ini bila tak mau ditegur Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
“Saya waktu itu meremehkan (situasi), karena (berpikir) tidak ada alasan (Bank DKI) tidak memberi (pinjaman modal usaha),” kata dia.
 
Satu persatu UMKM yang mengajukan modal tumbang. Meski, adapula yang berhasil mendapatkan modal. Dia mengeklaim 300 UMKM dapat modal.
 
Faran mengakui sejumlah syarat yang mesti dipenuhi debitur menyulitkan. Tim lantas putar otak. Permodalan OK Oce diniatkan meluas ke BRI dan BTN.
 
"Sampai di titik situ, terpotong pilpres. Dari situ saya percayakan ke Pemprov DKI," tutur dia.
 
Dia membantah masalah permodalan membuat OK Oce tak berkembang. Dia mengeklaim ada 90.000 UMKM di bawah OK Oce. Angka ini terus bertambah.
 
Faran menyebut saat ini pelatihan dan perizinan masih terus dilakukan. Namun, dia mengakui pengusaha tercekik modal.
 
"Kalau ditanya secara langsung teman-teman UMKM-nya, gairahnya hilang kalau tidak ada pinjaman," kata dia.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif