Tiap Hari Bantargebang Olah 40 Ton Sampah Jakarta

Gana Buana 24 Oktober 2018 08:17 WIB
tpst bantar gebang
Tiap Hari Bantargebang Olah 40 Ton Sampah Jakarta
Ilustrasi--Sejumlah pemulung mengais sampah yang dibuang truk sampah di TPA Sumur Batu, Bantargebang, Bekasi, Jabar, Jumat (15/6/2014)--MI/Immanuel Antonius
Jakarta: Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang baru mengolah 40 ton sampah warga DKI Jakarta tiap hari. Padahal, total sampah yang masuk ke TPST Bantargebang mencapai 7.000 ton tiap hari.

“Sampah organik, seperti sampah pasar langsung diolah menjadi pupuk kompos,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Aji, Selasa, 23 Oktober 2018.

Menurut Isnawa, proses komposting sampah organik tersebut membutuhkan waktu selama 21 hari. Sedangkan, sisa sampah yang masuk akan ditumpuk melalui proses pengolahan sanitary landfill.


“Pupuk kompos yang diproduksi di TPST Bantargebang dibagikan kepada kelurahan atau warga di tingkat RW yang membutuh penghijauan,” ucap dia.

Baca: Konsep Pemprov DKI soal Swakelola TPST Bantargebang

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata menilai sampah yang diolah di TPST Bantargebang tak mencapai 1% dari total sampah yang masuk sebanyak 7.000 ton. Padahal, seharusnya menyandang nama ‘Pengolahan Sampah Terpadu’ TPST mampu mengolah sampah dengan baik dan benar.

“Belum terlaksanannya pengolahan yang benar merupakan salah satu perjanjian yang belum direalisasikan DKI Jakarta,” kata Ariyanto.

Selama ini, kata Ariyanto, pengolahan sampah yang dilakukan di TPST Bantargebang belum memiliki teknologi. Sehingga, volume sampah akan terus bertambah setiap hari. “Bangun Intermediate Treatment Facility (ITF) pun belum terealisasi,” imbuh dia.

Baca: Jakarta Masih Butuh Bantargebang

Selain teknologi yang belum direalisasikan, dalam perjanjian kerja sama yang belum dilaksanakan adalah standarisasi truk sampah yaitu truk tertutup. Hal ini dimaksudkan agar tetesan air lindi dan bau sampah tak mengganggu warga.

“Sebetulnya banyak yang dilanggar, baik jam operasional hingga spesifikasi truk sampah yang melintas di Kota Bekasi,” tandas dia.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id