Ilustrasi: Shutterstock
Ilustrasi: Shutterstock

Beli Rumah di Pinggiran Jakarta, Perhatikan 8 Hal Ini

Nasional Perumahan generasi milenial Investasi Rumah Tips beli rumah
Adri Prima • 16 September 2021 17:18
Jakarta: Memiliki rumah tentu menjadi impian semua orang. Jika selama ini membeli rumah hanya bisa direalisasikan oleh generasi 70-an yang masuk kategori keluarga mapan berpenghasilan besar, namun kini para generasi milenial juga berkesempatan untuk punya rumah. 
 
Pasalnya, sudah banyak pengembang kelas menengah dengan mini klaster yang menawarkan rumah di kota-kota satelit Jakarta. Tentunya dengan harga yang sesuai dengan kemampuan kaum milenial. 
 
Tak hanya sebagai kebutuhan tempat tinggal, membeli rumah juga merupakan sebuah investasi. Sehingga membeli rumah tidak akan pernah membuat Anda merugi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hanya saja, kita wajib memperhatikan beberapa hal sebelum membei rumah agar tidak tertipu di kemudian hari. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika saat akan membeli rumah baru. 
 
1. Cek legalitas perusahaan
 
Sebagai contoh sebuah pengembang wajib menunjukkan surat-surat penting pada calon konsumen yang ditandai dengan AKTA perusahaan, sertifikat tanah yang akan dibangun (SHM) sesuai lokasi dan peruntukannya. 
 
2. Cek izin pembangunan 
 
Cek juga izin-izin dalam proyek pembangunan cluster atau perumahan tersebut, misal izin membangun dari pemerintah wilayah setempat, izin lokasi dan lainnya. “Hal ini tentu agar jelas, proyeknya terdaftar atau tidak,” ujar General Manager PT Sedaya Indah Selaras (SIS), wanti Ary Nugraha. 
 
3. Pastikan keseriusan pengembang
 
Hal ini bisa dibuktikan lewat fisik atau lokasi dari proyek perumahan yang akan dibangun. Jangan sampai hanya berupa lahan kosong dan bermodal tenda sanavil atau bangunan seadanya hanya untuk memprospek calon konsumen.
 
4. Cek batas kavling rumah yang akan dibeli
 
Minta sales marketing perusahaan pengembang untuk menunjukkan lokasi atau batas-batas kavling rumah yang akan dibeli. Sesuaikan kembali dengan brosur yang mereka tawarkan.
 
5. Pastikan sudah ada infrastruktur pendukung
 
Ada baiknya membeli rumah jika di sana sudah ada proyek pengerjaan infrastruktur pendukungnya, misal gapura, jalan, saluran air, tembok atau batas kavling, mungkin bisa juga melihat unit rumah contoh yang sudah dibangun.
 
6. Hindari bayar cash/tunai saat booking
 
Jika harus membayar biaya booking, minta kuitansi tanda terima secara sah. Hindari bayar cash, lebih lakukan pembayaran lewat transfer ke rekening perusahaan sebagai bukti bahwa proyek memang dibangun oleh perusahaan yang legal.
 
7. Minta surat perjanjian jika sudah DP
 
Jika sudah membayarkan DP, minta surat perjanjian. Di sana akan tertera keterangan hak dan tanggung jawab pembeli atau penjual, timeline pembangunan dan waktu penyerahan unitnya. Boleh juga diberlakukan penalti jika terjadi keterlambatan atau meleset dari batas waktu yang dijanjikan.
 
8. Sesering mungkin melihat proses pembangunan rumah
 
Saat proses pembangunan rumah sudah berjalan, rajin-rajinlah melakukan pengecekan langsung di lokasi untuk memastikan progres pengerjaan sekaligus memastikan bahan baku yang digunakan memang sesuai dengan spesifikasi yang dijanjikan di awal. 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif