Ilustrasi. (Foto: MI/Lina Herlina)
Ilustrasi. (Foto: MI/Lina Herlina)

BPBD DKI Belum Terima Laporan Kekeringan

Nasional pemprov dki krisis air bersih
Nur Azizah • 09 Juli 2019 15:42
Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengaku belum menerima laporan terkait dampak kemarau. Kepala UPT Pusat Data dan Informasi Kebencanaan (Pusdatin) BPBD DKI M Ridwan mengatakan pihaknya juga belum menemukan kasus tersebut di Jakarta.
 
"BPBD melakukan monitoring ke wilayah, istilahnya mencari informasi apakah ada dampak dari kemarau. Tapi sampai hari ini belum ada laporan dan tidak ada temuan," kata Ridwan, di Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019.
 
Kendati begitu, dia meminta warga untuk melapor ke Siaga Jakarta 112 bila terjadi kekeringan. Setelah itu, BPBD akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Palyja dan Aetra.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami juga sudah memantau Palyja dan Aetra untuk memantau semua ketersediaan air. Dan Alhamdulillah belum ada dampak kekeringan," ucap dia.
 
Baca juga:26 Mobil Tangki Air Siaga Atasi Kemarau DKI Jakarta
 
Ridwan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak kemarau. Sebab, musim kemarau rentan kebakaran dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
 
"Antisipasi penyakit seperti ISPA, batuk, pilek, diare, penyakit mata, dan kulit kering. Itu penyakit yang mungkin datang," pungkas dia.
 
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau di wilayah DKI Jakarta akan berlangsung pada September 2019. Warga Ibu Kota diminta bersiap menghadapi kekeringan.
 
Meski kemarau baru berjalan dua bulan, namun dilaporkan sudah ada wilayah yang kesulitan air. Ia meminta pemerintah daerah waspada dengan melakukan upaya antisipasi kekeringan.
 
Analis Informasi Iklim BMKG Pusat, Adi Ripaldi mengatakan, saat ini sudah ada wilayah di DKI Jakarta yang berstatus siaga kekeringan, terutama di Jakarta Utara. Berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH), dua wilayah di Jakarta Utara sudah masuk HTH sangat panjang yakni 30 sampai 61 hari.
 
Baca juga:Warga DKI Kesulitan Air Bersih
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif