Ilustrasi KRI/Medcom.id/Nur Azizah.
Ilustrasi KRI/Medcom.id/Nur Azizah.

Penambahan Kapal Perang Dinilai Memperkuat Pertahanan Indonesia

Nasional pertahanan negara pertahanan
Yurike Budiman • 14 November 2020 15:58
Jakarta: Sistem pertahanan Indonesia harus mengikuti karakteristik negara. Indonesia merupakan negara maritim dengan wilayah yang didominasi perairan.
 
"Harapan kita, karena kita sudah mengatakan kita negara maritim, ya, kita harus memberikan banyak kesempatan kepada generasi muda untuk ke laut. Gimana caranya, ya, kapalnya ditambah," kata Mahasiswa Doktoral Universitas Pertahanan (Unhan) Laksamana Pertama Suharto di Jakarta Utara, Sabtu, 14 November 2020.
 
Hal tersebut disampaikan Suharto saat kunjungan mahasiswa doktoral Unhan ke KRI Makassar 590 yang tengah bersandar di Kolinlamil, Tanjung Priok. Menurut dia, pertahanan di sektor kelautan merupakan elemen penting bagi Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Senada, Kepala Pusat Informasi dan Strategi Pertahan Kementerian Pertahanan, Marsekal Pertama Penny Radjendra, menyebut mayoritas wilayah Indonesia merupakan lautan. Sehingga penguatan pertahanan secara komprehensif harus dipusatkan di sektor itu.
 
Menurut Penny, Presiden Joko Widodo memiliki program poros maritim dunia yang sejalan dengan hal tersebut. Tinggal bagaimana memperkuat industri dalam negeri memenuhi kebutuhan alat utama sistem pertahanan (alutsista).
 
Menurut dia, kebutuhan alutsista mendesak. Karena Indonesia merupakan negara yang terbuka dari segala penjuru. Sehingga, potensi ancaman juga sangat tinggi.
 
"Kita berbeda dengan negara lain yang tidak terbuka. Kita kan di tengah, center of grativity," kata dia.

 
Halaman Selanjutnya
Di sisi lain, Brigjen TNI…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif