Suasana pembanguanan Masjid Raya DKI Jakarta saat proses penyesaian banguan di Jalan Desa Semanan, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (20/2/2017). Foto: MI/M. Irfan
Suasana pembanguanan Masjid Raya DKI Jakarta saat proses penyesaian banguan di Jalan Desa Semanan, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (20/2/2017). Foto: MI/M. Irfan

Plt Gubernur DKI: Peresmian Masjid Raya Jakarta tak Terkait Pilkada

Nasional masjid raya jakarta
Damar Iradat • 15 April 2017 10:26
medcom.id, Jakarta: Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono memastikan peresmian Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari tak berkaitan dengan Pilkada DKI Jakarta. Masjid yang terletak di Daan Mogot, Jakarta Barat, itu rencananya bakal diresmikan Presiden Joko Widodo, Sabtu 15 April 2017.
 
Sedianya, peresmian masjid ini dijadwalkan Minggu 16 April. Namun, pria yang lebih sering dipanggil Soni itu mengatakan, jadwal Presiden hari itu cukup padat.
 
"Daripada mundur-mundur, kan repot. Saya kira lebih baik maju karena beliau (Presiden) ada kesibukan lain. Semalam dapat informasi, daripada mundurnya jauh, lebih baik dimajukan sehari," kata Soni di lokasi, Sabtu 15 April 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu menegaskan, pemerintah tidak takut peresmian ini dibilang politis. Peresmian masjid yang dibangun pada era gubernur nonaktif Basuki Tjahaja Purnama itu sebelumnya dikaitkan sebagai langkah politis Ahok menjelang pemungutan suara Pilkada DKI 2017 yang jatuh pada 19 April.
 
Namun, Soni menegaskan, peresmian tak berkaitan dengan Pilkada DKI 2017. Peresmian lantaran mengikuti jadwal Presiden Joko Widodo.
 
"Nggak ada hubungannya dengan (hari) tenang, nggak ada hubungannya dengan pilkada, yang jelas terjadwal," tegas Soni.
 
Plt Gubernur DKI: Peresmian Masjid Raya Jakarta tak Terkait Pilkada
Interior Masjid Raya Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Damar
 
Baca: Pembangunan Masjid Raya Jakarta Rampung
 
Sejak groundbreaking pada 29 September 2014, Pemprov DKI menggelontorkan APBD sebanyak Rp170 miliar untuk pembangunan masjid ini.
 
Masjid Raya Jakarta didominasi ornamen budaya Betawi. Bangunan utamanya menggunakan ornamen gigi balang. Sementara itu, bangunan pendukungnya dihiasi ornamen melati dan bunga matahari.
 
Selain budaya Betawi, konsep menara masjid ini mengadopsi nilai-nilai Islam. Terdapat lima menara berketinggian 70 meter dengan mahkota menara setinggi 30 meter. Lima menara melambangkan rukun Islam, sedangkan 30 meter berarti 30 juz yang ada dalam Alquran.
 
Untuk transportasi menuju lokasi, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) akan melayani rute Masjid Raya Daan Mogot-Kalideres. Pembukaan rute ini untuk menarik minat masyarakat sebagaimana kebijakan Pemprov DKI Jakarta.
 

 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif