Pengurus PAUD dan RW Bidara Cina Kurang Komunikasi
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Melati Putih di Rusun Bidara Cina, Jakarta Timur - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Jakarta: Kisruh sengketa lahan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Melati Putih di Rusun Bidara Cina, Jakarta Timur akhirnya ditengahi. Supaya tak berlarut, pengurus PAUD dan Ketua RW 16 Rusun Bidara Cina dipertemukan. 

Dalam mediasi selama satu setengah jam di Kantor Kelurahan Bidara Cina, Sekertaris Kecamatan Jatinegara, Sarjono meminta, kedua belah pihak saling menjalin komunikasi. Kedua pihak juga diminta menahan ego masing-masing.

"Ujung permasalahan dari urusan dapur RW ini lebih banyak pada ketiadaan komunikasi di antara pengurus PAUD dan Ketua RW yang baru," kata Sarjono dalam mediasi, Selasa, 3 Juli 2018.  


Dalam mediasi diketahui, Ketua RW 16 Bidara Cina sebelumnya dijabat oleh Agustinus. Setelah masa jabatan habis, kini jabatan itu dipegang Teguh. 

Teguh mengaku, saat serah terima jabatan, dia tak diminta untuk mengurus PAUD. "Serah terima saya merasa tidak diamanahi PAUD oleh Pak Agustinus dan setahu saya sudah selesai di Tahun 2016," jelas Teguh.

(Baca juga: PAUD Melati Putih Bidara Cina Cetak Generasi Pembaca)

Dari sepengetahuan Teguh, PAUD Melati Putih sudah habis masa berlakunya pada 2016. Dia tak tahu kalau tempat belajar mengajar itu diperpanjang. 

"Kalau bicara di 2010-2014 itu saya tahu persis itu PAUD ada, kalau sekarang nggak tahu dan nggak mau cari tahu," tukas Teguh. 

Ketua PAUD Melati Putih, Deasy Ratna Kusuma, membantah. Dia bilang, PAUD masih aktif. 

Dia sengaja mengurus sendiri keperluan perpanjangan lantaran Agustinus yang saat itu menjabat terlalu mengulur waktu. 

"Saya ditegur oleh sekretaris kelurahan, 'ibu nggak ada komunikasi dengan Pak Agus ya?' siapa bilang nggak ada komunikasi? Bulak balik ke kantor RW seperti pengemis, tapi tetap saja dia bilang nanti, nanti dulu," beber Deasy.

(Baca juga: Perjuangan Warga Mempertahankan PAUD di Rusun Bidaracina)

Kadung kesal, Deasy juga sengaja tak pernah berkomunikasi dengan pihak RW. Deasy sendiri kesal dengan gaya kepemimpinan Teguh. 

"Belum ada komunikasi. Kita nggak ada masalah, cuma nggak suka dengan cara berorganisasinya, ngebentuk geng-gengan," tutur dia. 

Lantaran itu, Sarjono meminta, Deasy sebagai 'anak' dari RW untuk mengikuti aturan. Sementara Teguh sebagai Ketua RW baru juga harus bisa membantu PAUD Melati Putih. 

"Seharusnya ketika RW ingin mengembalikan untuk karang taruna pak RW sendiri harus punya solusi bagaimana nih dengan PAUD ini? Sehingga kita tidak menyelesaikan suatu masalah tapi meninggalkan masalah lain," tutur dia. 

Sarjono meminta Teguh mencari solusi lain untuk sama-sama mengembangkan karang taruna dan PAUD. "Saya nggak bisa intervensi dan sebagainya, apa mau digabung dan sebagainya, apa mau ditempatin di mana, pak RW yang punya wilayah," tukas Sarjono. 
 



(REN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id