Revitalisasi kawasan Monas. Foto: Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan
Revitalisasi kawasan Monas. Foto: Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan

Revitalisasi Monas Pantas Diberhentikan Sementara

Nasional Revitalisasi Monas
Sri Yanti Nainggolan • 29 Januari 2020 17:48
Jakarta: Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta mendukung pemberhentian sementara revitalisasi Monas. Ada sejumlah masalah yang mesti diselesaikan sebelum revitalisasi dilanjutkan.
 
"Ini kan bagus, memang harus dihentikan," ujar Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Fraksi Nasdem Nova H pada Medcom.id, Rabu, 29 Januari 2020.
 
Nova menuturkan revitalisasi bertentangan dengan Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Akar permasalahan lantaran tak ada komunikasi antara Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) dan Pemprov DKI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Belum ada izin dari Setneg (Pratikno). Hanya yang ada mengikutkan sebagai dewan juri dari Setneg untuk sayembara, tapi bukan surat untuk Komisi Pengarahan" beber dia.
 
Revitalisasi juga membuat penebangan ratusan pohon. Ia mempertanyakan kajian lingkungan sebelum proyek dimulai.
 
"Ini ada kajian lingkungan atau tidak? Ada amdal (analisis dampak lingkungan) tidak?" tanya Nova.
 
Ia menegaskan DPRD DKI Jakarta tak setuju konsep penebangan pohon. Apalagi, belakangan diketahuai area yang dahulu ditanami pohon kini dijadikan lapangan.
 
"Artinya yang disayangkan sekali, ini kan penebangan pohon sudah puluhan tahun, ditebang sembarangan," ujar dia.
 
Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka Pratikno meminta Pemprov DKI Jakarta menyetop proyek revitalisasi kawasan Monas, Jakarta. Pemprov DKI Jakarta belum mengantongi izin dari komisi pengarah dalam merombak kawasan ikon Ibu Kota itu.
 
Pratikno menyebut Pemprov DKI selaku badan pelaksana harus meminta persetujuan komisi pengarah sebelum merevitalisasi Monas. Ketentuan ini diatur dalam Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 25 Tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.
 
Pratikno mengakui Pemprov DKI sudah mengirim surat untuk merevitalisasi Monas. Namun, surat diberikan setelah revitalisasi berjalan.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif