medcom.id, Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meninjau lokasi banjir di Gang Arus Dalam, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur. Djarot menyebut, banjir di beberapa wilayah masih melanda lantaran program normalisasi sungai di Jakarta belum selesai.
Djarot menjelaskan, air kiriman dari Bendungan Katulampa di Kampung Arus tak terelakan. Djarot mengaku sudah berkoordinasi dengan Ketua RW sekitar Kampung Arus untuk pembebasan lahan di bantaran sungai.
"Ya kita akan bebasin dan dia sudah bersedia maka kita bebasin baru kita sheet pile, karena untuk sheet pile itu tanggung jawab dari pemerintah pusat," kata Djarot di lokasi, Jumat 17 Februari 2017.
Baca: Ahok Akui Jakarta Masih Banjir
Mantan Wali Kota Blitar itu berjanji akan mengganti rugi lahan warga yang terdampak pembebasan lahan. Sebab warga memiliki sertifikat lahan yang lengkap. Warga pun sudah bersedia lahannya dibeli Pemprov DKI.
"Tadi (warga) sudah bersedia, bukan relokasi, (buat) peta bidang sudah, dan itu bukan relokasi, dia dibayar diganti rugi, karena itu suratnya jelas, ada akta jual beli, ada girik, ada sertifikat," jelas Djarot.
Baca: Warga Nilai Bukit Duri Butuh Sentuhan Ahok
Politikus PDI Perjuangan itu mengungkapkan, ada 110 bidang lahan yang perlu dibebaskan. 33 bidang di antaranya sudah dibebaskan. Ia optimistis proses normalisasi rampung tahun ini.
"Tinggal 77, nah dikit lagi," pungkas Djarot.
Baca: Normalisasi Ciliwung, Kunci Atasi Banjir di Jakarta
medcom.id, Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meninjau lokasi banjir di Gang Arus Dalam, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur. Djarot menyebut, banjir di beberapa wilayah masih melanda lantaran program normalisasi sungai di Jakarta belum selesai.
Djarot menjelaskan, air kiriman dari Bendungan Katulampa di Kampung Arus tak terelakan. Djarot mengaku sudah berkoordinasi dengan Ketua RW sekitar Kampung Arus untuk pembebasan lahan di bantaran sungai.
"Ya kita akan bebasin dan dia sudah bersedia maka kita bebasin baru kita
sheet pile, karena untuk
sheet pile itu tanggung jawab dari pemerintah pusat," kata Djarot di lokasi, Jumat 17 Februari 2017.
Baca:
Ahok Akui Jakarta Masih Banjir
Mantan Wali Kota Blitar itu berjanji akan mengganti rugi lahan warga yang terdampak pembebasan lahan. Sebab warga memiliki sertifikat lahan yang lengkap. Warga pun sudah bersedia lahannya dibeli Pemprov DKI.
"Tadi (warga) sudah bersedia, bukan relokasi, (buat) peta bidang sudah, dan itu bukan relokasi, dia dibayar diganti rugi, karena itu suratnya jelas, ada akta jual beli, ada girik, ada sertifikat," jelas Djarot.
Baca:
Warga Nilai Bukit Duri Butuh Sentuhan Ahok
Politikus PDI Perjuangan itu mengungkapkan, ada 110 bidang lahan yang perlu dibebaskan. 33 bidang di antaranya sudah dibebaskan. Ia optimistis proses normalisasi rampung tahun ini.
"Tinggal 77, nah dikit lagi," pungkas Djarot.
Baca:
Normalisasi Ciliwung, Kunci Atasi Banjir di Jakarta Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)