Metrovnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan Jakarta akan terus banjir selama normalisasi Kali Ciliwung belum rampung. Meski beberapa titik di Jakarta masih banjir, namun dalam hitungan jam sudah surut.
"Kalau sungai belum semua dinormalisasi, saat air tinggi, ya, tembus. Tapi saya jamin tidak lebih dari 12 jam atau 3-4 jam surut," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat 17 Februari 2017.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi intensitas hujan di Jakarta meningkat pada Februari. Dinas Tata Air Jakarta sudah mengantisipasi hal terburuk selama musim hujan Februari ini.
Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendarman mengatakan pihaknya menyiagakan banyak pompa untuk menanggulangi banjir. "Kami siapkan pompa statis di titik-titik banjirnya. Seperti Kampung Pulo kemarin, kan kami buang airnya ke Ciliwung," ujar Teguh kepada medcom.id.
Teguh menegaskan, normalisasi Kali Ciliwung baru sekitar 40 persen. Wajar saja jika masih ada genangan di beberapa titik. Namun, ia menyampaikan, masyarakat perlu tahu bahwa genangan tak sampai berhari-hari seperti sebelumnya.
"Kalau lebih dari satu hari baru disebut banjir, ini kan cuma beberapa jam saja (sudah) surut," tegas Teguh.
Teguh mengatakan, Dinas Tata Air mengerahkan pasukan biru untuk siap siaga menjaga saluran air. Dengan cara ini diharapkan banjir di Jakarta bisa cepat surut.
Metrovnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan Jakarta akan terus banjir selama normalisasi Kali Ciliwung belum rampung. Meski beberapa titik di Jakarta masih banjir, namun dalam hitungan jam sudah surut.
"Kalau sungai belum semua dinormalisasi, saat air tinggi, ya, tembus. Tapi saya jamin tidak lebih dari 12 jam atau 3-4 jam surut," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat 17 Februari 2017.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi intensitas hujan di Jakarta meningkat pada Februari. Dinas Tata Air Jakarta sudah mengantisipasi hal terburuk selama musim hujan Februari ini.
Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendarman mengatakan pihaknya menyiagakan banyak pompa untuk menanggulangi banjir. "Kami siapkan pompa statis di titik-titik banjirnya. Seperti Kampung Pulo kemarin, kan kami buang airnya ke Ciliwung," ujar Teguh kepada
medcom.id.
Teguh menegaskan, normalisasi Kali Ciliwung baru sekitar 40 persen. Wajar saja jika masih ada genangan di beberapa titik. Namun, ia menyampaikan, masyarakat perlu tahu bahwa genangan tak sampai berhari-hari seperti sebelumnya.
"Kalau lebih dari satu hari baru disebut banjir, ini kan cuma beberapa jam saja (sudah) surut," tegas Teguh.
Teguh mengatakan, Dinas Tata Air mengerahkan pasukan biru untuk siap siaga menjaga saluran air. Dengan cara ini diharapkan banjir di Jakarta bisa cepat surut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)